Yayasan Ummul Qura Indonesia Bangun Pesantren dan Masjid di Perbukitan Desa Karyasari Leuwiliang Bogor

298

Berantasonline.com Bogor

Yayasan Ummul Qura Indonesia saat ini berupaya mewujudkan program kerjanya membangun Pesantren dan Masjid diperbukitan Desa Karyasari Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.

Ketua Yayasan Ummul Qura Indonesia Ir. Agus Laksono, MM, Selasa 5/1-2021 dilokasi Desa Karyasari Leuwiliang sewaktu menerima kunjungan rombongan Member of Supervisor Board Badan Pengelola Keuangan Haji RI Ir. Suhaji Lestiadi, ME menjelaskan, bahwa pembangunan Masjid dan Pesantren yang diberi nama Manahilul Ilmi ini akan dibangun diatas lahan seluas 4,3 hektar yang merupakan wakaf dari H. Zaenal Abidin yang kini menjadi Bendahara Yayasan dan seorang pensiunan.

Dikatakannya, misi Pesantren Ummul Qura Indonesia bertujuan menciptakan santri dan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, siap berdaya saing, berakhlak mulia dan memiliki keterampilan potensial yang berlandaskan prinsip prinsip Qur’an dan sunnah.

Sedangkan tujuan pembangunan Pesantren Manahilul Ilmi Yayasan Ummul Qura Indonesia adalah tercapainya kondisi di masyarakat yang memahami Alqur’an secara utuh dan bisa mendukung Program Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Mempersiapkan/menyediakan tenaga instruktur terjemah Alqur’an sistem 40 jam yang berkualitas dan siap pakai.

Ikut serta meningkatkan kesadaran ummat Islam untuk melakukan dakwah pemahaman Alqur’an. Ikut andil dalam menciptakan lapangan kerja atau pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan SDM jebolan Pesantren atau Perguruan Tinggi Islam.

Tersedianya Ustadz/Ustadzah ditingkat Kelurahan yang bisa memberikan pelajaran pemahaman Alqur’an ditengah masyarakat, dan sebagai upaya mengimplementasikan Alqur’an dimasyarakat untuk Pedoman Akhlaqul Karimah dalam kehidupan sehari hari.

Dalam Block Plan Pembangunan Pesantren Ummul Qura Indonesia diatas lahan 4,3 hektar di Desa Karyasari Leuwiliang Kab Bogor terdiri dari bangunan Masjid, Asrama Putra/Putri, Ruang kelas, Kantor Ops, Laboratorium Komputer/digital, tempat wudhu/toilet, dapur umum, ruang guru, villa internal/tamu, villa komersil, amphitheater, lapangan basket, Flying Fox, Kios Cinderamata/kopi, parkir Area, R.Satpam, Kebun Bunga, Kebun Sayur, Camping ground, Perikanan, Wahana Wisata Milenial, Bukit Wisata Istagram, Kandang Kambing, Kandang ayam, kandang kelinci dan kebun produksi.

Menanggapi pengajuan bantuan yang disampaikan secara lisan oleh Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Ummul Qura Indonesia, Ir. Suhaji dari BPLH mempersilahkan untuk mengajukan Proposal kepada Badan Pengelola Keuangan Haji untuk nanti dipelajari dan dipertimbangkan. “Silahkan nanti tulis kebutuhan yang diperlukan” ujar Suhaji.

Bendahara Panitia, Hj. Karlena, SE,MM memrpersilahkan para donatur atau simpatisan diseluruh Indonesia yang berkenan membantu terwujudnya Pembangunan Masjid dan Pesantren Ummul Qura Indonesia di Desa Karyasari Kecamatan Leuwiliang Kab Bogor melalui Rekening Yayasan Ummul Qura Indonesia pada Bank Mandiri Syariah Nomor rekening 7210020025.

Ir. Suhaji Lestiadi, ME selaku Member of Supervisory Board BPKH atas pertanyaan Koran Berantas dilokasi Pembangunan Pesantren Ummul Qura Desa Karyasari Leuwiliang Bogor, Selasa (5/1-2021) mengatakan, saat ini tercatat dana keuangan haji yang terhimpun dalam Lembaga tersebut tercatat sejumlah Rp 3,5 trilyun.

Sedangkan dana untuk bantuan bagi kegiatan sarana keagamaan, pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya dialokasikan sebesar Rp 190 Miliar untuk seluruh Indonesia untuk tahun 2021.

“Pemberian bantuan tersebut dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan dana yang tersedia”, ujar Ir.Suhaii.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Fatmawati Soekarno Drs. Al Saqiq Hapid, SH,MM (Ketua KMKPB-KL) yang hadir mendampingi Ir. Suhaji mengatakan, bahwa BPKH telah menyetujui pemberian bantuan kepada Koperasi Nelayan dan Pesantren didaerah kelahiran leluhur Ibu Fatmawati Soekarno isteri Presiden Pertama RI dan Ibu kandung Megawati Soekarnoputri Presiden RI ke 5.

“Bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat Pesisir Barat. Bantuan untuk Koperasi Nelayan dan Pesantren di Pesisir Barat Krui Lampung itu merupakan dana hibah”, kata Al Saqiq Hapid.

Sementara itu Pesantren Yayasan Ummul Qura Indonesia Manahilul Ilmi saat ini memiliki Santri sebanyak 86 orang, pada kesempatan kunjungan Ir. Suhaji dari BPKH, Selasa, secara pribadi menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 juta.

Sebagai Pengelola Yayasan Ummul Qura Indonesia tercatat sebagai Ketua Pembina DR Amidhan, Ketua Yayasan Ir. Agus Laksono, MM, Sekretaris H. Pahrudin AM SH.M.Kn Bendahara H. Zaenal Abidin dan Hj. Karlena.SE.MM.

Kepengurusan dibantu oleh beberapa Divisi diantaranya Divisi Marketing dan Sales Ir. Fahni Shadry, Nur Evia dan Susmalena.

Dalam pembangunan Masjid Yayasan Ummul Qura Indonesia akan menelan biaya total sebanyak Rp 9.OOO.387.000.

(bust)