Workshop Pandu 45 Ibu Profesional Bogor, Menemukan Kekuatan Anak Tanpa Batas Dengan Beragam Aktifitas

351

berantasonline.com (Bogor)

Bertempat di Ballroom Hotel Salak The Heritage Jl. Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Minggu (22/12), Komunitas Ibu Profesional Bogor sukses menyelenggarakan Workshop Pandu 45 dengan tema “Menemukan Kekuatan Anak Tanpa Batas Dengan Beragam Aktifitas”.

Ketua Panitia Wokshop, Andira mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 250 peserta yang terdiri dari praktisi pendidikan, member Ibu Profesional dari berbagai wilayah, serta para Ibu dan Ayah yang concern terhadap masalah pendidikan anak.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bahu membahu memersiapkan acara ini sejak 4 bulan yang lalu, sehingga dapat terlaksana dengan baik”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor yang diwakili Kepala Seksi PAUD, Tuti dalam sambutannya mengapreasiasi kegiatan Workshop Pandu 45 di Kota Bogor yang memandu orang tua untuk melihat potensi kekuatan bakat anak lewat beragam aktifitas.

“Dinas Pendidikan Kota Bogor kedepannya siap bersinergi dengan Komunitas Ibu Profesional Bogor dalam menyelenggarakan kegiatan kegiatan positif seperti ini”, imbuhnya.

Jalannya workshop dipandu langsung oleh Founder Pandu 45 Septi Peni Wulandani dan Dodik Mariyanto sejak pukul 09.00 wib.

Septi menekankan para orangtua untuk fokus pada kekuatan anak dan mensiasati kelemahannya.

“Prinsipnya meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. Yang perlu orangtua lakukan adalah memperbanyak main bareng, ngobrol bareng, dan berkegiatan bareng anak, agar orangtua bisa mengobservasi masing-masing bakat anaknya”, tuturnya.

Dodik menambahkan, aturan dasar dalam Pandu 45 adalah open mind, obserce, accept, and growing together.

“Orangtua perlu terbuka pikirannya untuk mengobservasi bakat kekuatan anaknya, dan menerimanya kemudian bertumbuh bersama. Yang terakhir, jangan pernah menitipkan mimpi orangtua kepada anakanya, karena tiap anak telah Allah anugerahkan bakatnya masing-masing. Yang terpenting, orangtua perlu menguatkan adab, iman, akhlak, dan komunikasi, karena tujuan anak di didik hanya untuk menjadi husnul khotimah”, paparnya.

Ratusan peserta nampak antusias menyimak pemaparan kedua pemateri yang datang langsung dari Kota Salatiga Jawa Tengah itu, hingga berakhir pukul 15.00 wib.

(Indrawan)