Warga Kedungjeruk Karawang Pertanyakan Proses Penetapan Penerima Bantuan Rutilahu

129

berantasonline.com KARAWANG

Bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni di Desa Kedungjeruk Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, pelaksanaan pekerjaanya sedang dilakukan sejak tanggal 6 Juni 2021.

Penerima manfaat RUTILAHU Desa Kedungjeruk H. Nengkin (70) RT.01/01, mengaku dirinya memiliki sebidang tanah darat seluas 3500 meter persegi, dan menggarap lahan sawah seluas 2 hektare sekalipun milik anaknya. Ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak pemerintah yang telah menetapkan dirinya dalam bantuan Rutilahu.

“Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada (Minan) mantan Kepala Desa Kedungjeruk yang sejak awal dari proses sampai ditetapkan dirinya sebagai penerima bantuan”, ujar Nengkin (7 Juni 2021).

Tokoh masyarakat Kedungjeruk mengungkapkan, bahwa H. Nengkin tidak termasuk warga fakir miskin, oleh karena memiliki mata pencaharian dan mempunyai sumber mata pencaharian, memiliki aset lahan tanah darat yang luas, dan aset garapan sawah dua hektar.

“Hal tersebut berpotensi adanya penyalahgunaan kewenangan dan jabatan serta KKN, diminta pihak APH (Aparat Penegak Hukum) melakukan monitoring evaluasi dan penindakan diduga dalam penetapan penerima bantuan rutilahu adanya tindakan melawan hukum”, ungkap warga, (7 Juni 2021).

Beberapa warga justru mempertanyakan kenapa warga Kedungjeruk lainnya seperti Mak Encar (73) Warga Dusun Tangkolo 01/02. Eman (30), yang tempat tinggalnya terbuat dari dinding bilik, lantai tanah, tidak mendapatkan bantuan sosial RUTILAHU, “Kenapa yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian, justru tidak ditetapkan sebagai penerima manfaat bantuan rutilahu”, tanya sejumlah warga.

Mereka khawatir, proses penetapan penerima bantuan Rutilahu di Desa Kedungjeruk terdapat “Permainan” yang dilakukan oleh para pihak yang memiliki akses dengan bantuan sosial RUTILAHU.

(Yusup/red.1)