Warga Beji Mengeluh Dana Bansos Dipotong Rp 50 Ribu

90

Depok, BERANTAS

Salah seorang warga Beji di Depok Mengeluh Dana Bansos yang diterimanya dipotong Rp 50 Ribu.

Warga tersebut mengadukan adanya pemotongan dana bantuan sosial tunai (Bansos) di media sosial instagram @depok24jam.

Belum diketahui nama warga yang menceritakan adanya pemotongan bansos di lingkungan RT 6, RW 5, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Pada postingan tersebut pelapor mengatakan ikut mengambil bansos sebesar Rp 600 ribu. Namun uang yang diterima hanya sebesar Rp 550 ribu dengan alasan untuk bensin ambulance.

Pemotongan tidak hanya dilakukan kepadanya, namun semua warga yang mendapatkan bansos dilakukan pemotongan.

“Kemarin saya antar istri ambil bansos sebesar Rp 600 ribu. Tapi di potong Rp 50 ribu oleh mereka dengan alasan bensin ambulans. Saksi banyak saya tidak boleh merekam di sana,” ujarnya, Rabu (28/7).

Sementara itu, Ketua RW 5, Kuseri buka suara terkait viralnya aduan warga Depok itu.

Dia membenarkan ada potongan bansos sebesar Rp 50 ribu. Namun, pemotongan itu kesepakatan bersama dengan Ketua RT, RW, dan pengurus Posko Siaga.

Uang tersebut digunakan untuk perbaikan kendaraan ambulance yang operasionalnya cukup padat dan kendaraan tersebut mengalami kerusakan turun mesin.

“Itu bukan pemotongan, tapi ambulans perlu diperbaiki perlu biaya yang cukup banyak, maka kita sepakat untuk momen yang tepat ini kita perbaiki,” dalih Kuseri.

Kuseri mengatakan, selain perbaikan kendaraan ambulans di RW 5 juga memiliki program kain kafan gratis.

Beberapa warga tidak mengetahui pengadaan kain kafan yang diberikan kepada warga yang diberikan secara gratis.

“Kita tidak memotong untuk bansos, kita mohon bantuan donasi perbaikan mobil ambulans dan kain kafan,” dalihnya lagi.

Mobil ambulans yang dimiliki RW 5 merupakan kendaraan donasi dari warga bukan dari pemerintah. Penggunaanya untuk warga tanpa dikenakan biaya atau gratis begitupun dengan kain kafan yang diberikan kepada warga yang terkena musibah. “Jadi saya bertanggung jawab penuh untuk masalah itu,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana mengatakan, tidak ada pemotongan dari penyaluran bansos maupun Bantuan Sosial Tunai (BST). Dinas Sosial tidak ingin ada yang memanfaatkan program bantuan tersebut dengan sejumlah modus potongan kepada warga yang menerima bantuan.

(Achmad Hudori)