Wabup Pringsewu Pimpin Rapat “Desa Wisata”

25

berantasonline.com (Lampung)

Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi, Senin lalu (9/11-2020) bertempat di Rumah Dinas memimpin rapat pembahasan penetapan Desa Wisata.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati meminta para Camat segera mengusulkan dimana wilayah yang layak untuk ditetapkan sebagai Desa Wisata.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pringsewu Andi Wijaya, setelah terbentuk Desa Wisata di Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Daerah bisa memberikan stimulan dan insentif bagi Desa Desa yang ditetapkan sebagai Desa Wisata tetapi sifatnya sharing.

Sementara itu Kabid Pariwisata Disporapar, Sigit Budiarto mengatakan, sejumlah desa di Kabupaten Pringsewu yang layak diusulkan menjadi Desa Wisata, dengan berbagai pertimbangan, diantaranya di Kecamatan Pringsewu (Desa Fajar Agung dan Deda Pajaresuk) Kec Banyumas (Desa Sriwungu) Kec Sukoharjo (Desa Sukoharjo III Barat). Desa Sukoharjo I dan Sukoharjo IV Kec Gadingrejo (Desa Kediri dan Desa Wonodadi) Kec Adiluih (Desa Srikaton, Desa Bumi Ratu desa Bumirejo, Gumukmas, Gumukrejo, Ganjaran, Pasir ukiran, Pamenang dan Lugusari) Kec Pardasuka (Desa Pardasuka, Selapan, dan Pujidadi) Kec Ambarawa (desa Ambarawa Barat) dan Kecamatan Pantura (Desa Way Kunyir, Kamilin dan Gunungraya).

Hadir dalam Rapat Dinas tersebut, Kadisporapar Jahron, Kadis PMP Eko Sumarmi dan Para Camat se Kabupaten Pringsewu.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menambahkan untuk mengembangkan Desa Wisata, Pemerintahan Desa dapat menggunakan beberapa sumber pendanaan salah satunya adalah Dana Desa atau melalui Bumdes.

“Namun ada yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintahan Desa yakni dana pegembangan desa wisata dari Kementerian Desa, yang nilainya Rp 400-Rp 600 juta, tetapi usulan untuk mendapatkan dana tersebut harus ada payung hukumnya yang menyatakan desa tersebut sebagai Desa Wisata, baik berupa Perda atau Perbup”, ujarnya.

(Yamin/LM)