Vaksinasi Covid-19 dan Asa Pelajar di Agam, Ingin Indonesia Cepat Pulih

72

Agam BERANTAS

“Indonesia cepat pulih, biar kami bisa berkumpul dan belajar kembali di sekolah.” Demikian kalimat yang terlontar dari Shintiya Irelita, pelajar kelas 7 SMPN 1 Lubuk Basung, usai menjalankan vaksinasi Covid-19 di GOR Rang Agam, Rabu (6/10).

Shintiya merupakan satu dari ratusan pelajar yang antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kepolisian Resor (Polres) setempat.

Pelajar periang ini mengaku prihatin melihat pandemi Covid-19 yang terus menyeruak di segala lini kehidupan. Bahkan diakuinya, virus Corona secara perlahan telah merenggut masa-masa pentingnya dalam menuntut ilmu.

“Karena Corona, kami terpaksa belajar daring. Rasanya tidak puas belajar. Kami ingin segera bisa kembali ke sekolah, berkumpul lagi bersama teman-teman,” ujarnya.

Dengan alasan itu pula, Shintiya bersedia melakukan vaksinasi Covid-19. Pelajar berkacamata ini mengaku tidak ada yang memaksanya untuk divaksin. Ia hanya berharap, kondisi Indonesia bisa segera pulih seperti sedia kala.

“Kesadaran sendiri om,” ujarnya singkat saat ditanya alasan mengikuti vaksinasi Covid-19.

Bahkan ia tak sungkan mengajak teman sebayanya untuk mengikuti hal serupa. Menurutnya, melalui vaksinasi Covid-19 Indonesia akan bisa kembali pulih dan ia bisa kembali ke sekolah, belajar dan bergembira.

“Ayo teman-teman segera vaksin, jangan takut rasanya tidak sakit,” ajak Shintiya.

Hal senada juga diutarakan Humaira Azzahwa Yartinofa, pelajar kelas 9 SMPN 3 Lubuk Basung. Meski agak sakit sedikit saat disuntik, dirinya mengaku tidak merasakan efek samping yang buruk.

“Jangan takut, khasiatnya kan untuk membentengi diri kita dari penyakit Corona,” tuturnya.

Humaira juga menyebut kehadirannya di Gebyar Vaksinasi Covid-19 telah mendapatkan persetujuan dari orang tua. Menurutnya, vaksin yang diberikan terbilang aman dan halal.

“Mudahan-mudahan teman yang lain juga ikut vaksin, vaksin aman dan halal,” imbuhnya.

Harapan agar bisa kembali belajar tatap muka di sekolah juga disampaikan Surya Saputra, pelajar SMAN 2 Lubuk Basung. Dirinya mengaku bosan belajar secara daring.

Menurutnya belajar secara daring tidak lebih efektif ketimbang belajar secara tatap muka. Ia mengaku lebih merasakan feel-nya belajar ketika berhadapan langsung dengan guru di dalam kelas.

“Bagi teman-teman yang belum divaksin semoga cepat divaksin, biar kita bisa belajar tatap muka secara penuh. Boring belajar daring,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal mengaku kaget menyaksikan animo pelajar di Agam untuk mendapatkan penyuntikan vaksin Covid-19.

Kehadiran ratusan pelajar di lokasi vaksinasi Covid-19 mematahkan pandangan tentang masyarakat Agam yang tidak mau divaksin. Bahkan, ia optimis Agam termasuk daerah yang bisa menyukseskan vaksinasi Covid-19.

“Berdasarkan data, Agam posisi cakupan vaksinasi Covid-19 paling rendah, tetapi setelah saya cek sendiri, ternyata masyarakat antusias sangat tinggi, khususmya para pelajar,” ujarnya saat mengunjungi Gebyar Vaksinasi Covid-19 massal Pemkab bersama Polres Agam.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, drs. Martias Wanto Dt. Maruhun mengatakan, gebyar vaksinasi covid-19 kali ini memang sebagian besar dihadiri pelajar. Menurutnya hal ini membuktikan para pelajar menginginkan Kabupaten Agam bisa segera pulih.

“Jika sebagian besar masyarakat atau pelajar sudah divaksin Covid-19 maka terbuka ruang untuk kita menjalankan pelaksanaan tatap muka secara penuh, tanpa dibayang-bayangi ancaman virus corona,” terangnya.

Ditambahkannya, gebyar vaksinasi Covid-19 serupa akan terus digalakkan hingga ke pelosok nagari di seluruh Kabupaten Agam. Selain menerapkan protokol kesehatan Covid-19, upaya yang dapat dilakukan agar terbebas dari ancaman virus corona adalah dengan melakukan vaksinasi.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Agam yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 agar mendatangi lokasi gebyar vaksin atau puskesmas- puskesmas terdekat.

“Jika herd immunity sudah tercipta maka kita sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala. Artinya kesehatan akan pulih, jika kesehatan pulih maka ekonomi kembali bangkit, sekolahpun sudah bisa berjalan normal,” ujarnya.
(Delco Fitril)