Usut Oknum BPN Terlibat Mafia Tanah di Cimanggis

362

Bogor, BERANTAS

Adanya dugaan praktek mafia tanah yang terjadi di Cimanggis Bogor yang melibatkan oknum BPN meresahkan masyarakat perlu disikat habis dan disapu bersih.

Demikian komentar Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Pengembangan Aspirasi Rakyat (LSM PAR), Khotman Idris menanggapi pemberitaan berantasonline.com edisi Jum’at 30 Juli 2021 bertajuk “Diduga ada mafia tanah di Cimanggis”.

Menurut Khotman Idris, “Bagaimana mungkin diatas tanah milik orang bersertifikat Nomor 4477 dahulu 149 luas 8.913 M2 atasnama Yusda di Desa Cimanggis tahun 1978, tiba tiba gak ada angin gak ada hujan muncul sertifikat baru Nomor 2596 tahun 2012 dengan menggunakan Ipeda 1640 tanpa alas girik C Desa atasnama orang lain (Yossi RS). Ini perbuatan siapa kalau bukan oknum mafia tanah”, ujar Khotman.

Menurut Nara sumber, ada beberapa oknum BPN Kabupaten Bogor yang berperan membuat Surat Ukur baru yakni N,Y,SM,Aga dan PA yang mendasarkan gambar buntung.

Sementara itu, ujar Hj Dhewi, pengembalian batas yang betul yakni adanya Surat Keterangan Nomor 2441/Ket-200-4/VII/2019 atasnama Yusda Peta Desa 36 Sertifikat No 4477 dahulu 149.

Hingga saat ini lokasi tanah di Desa Cimanggis itu masih tetap dikuasai pemiliknya yakni Hj. Dhewi yang membelinya dari Yusda dengan menebus agunan di Bank BNI 1946.

(red.1)