Upaya Ciptakan Pemilu Damai, BEM Se Jatim Adakan Deklarasi Tolak Hoax

160

berantasonline.com (Sumenep) – Dalam rangka ciptakan Pemilu 2019 damai, tentram, maka Badan Eksekutif Mahasisiwa Se Jawa Timur (BEM PTS), Kebupaten Sumenep, adakan pertemuan sebagai sarana untuk memperkuat ikatan bathiniyah dari beberapa elemen masyarakat.

Kegiatan temu BEM Se Jawa Timur dikemas dengan acara Seminar yang di hadiri oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur, KPUD Kabupaten Sumenep, Humas Polres Sumenep, serta Asisten Kodim 0827 Sumenep, Rektor Unija Sumenep serta seluruh Pimpinan Partai Politik di Kabupaten Sumenep,
(05/01/2019)

Terkait dengan penyelenggaraan Pemilu Ketua KPUD Sumenep A.Waris menegaskan bahwa keutuhan bangsa ini sebenarnya lebih penting dari pemilu itu sendiri, maka harus tetap dijaga keutuhan tersebut, jangan sampai berpecah, bela gara gara Hoax. Dalam Pemilu 2019 kampaye diselenggarakan di seluruh wilaya Negara Kesatuan Republik Indonesia, di laksanakan secara serentak oleh peserta pemilu.

“Saya berharap pemilu 2019 berjalan dengan lancar, jangan gara-gara info hoak kita terpecah belah”, ungkapnya

Di kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Moh.Amin menyatakan pentingnya pengawasan partisipatif pemilu 2019, kondisi masyarakat hari ini masih kurang, partisipatif dalam peserta pemilu artinya masyarakat yang punya KTP sudah dichek secara online No NIK tersebut, itu yang disebut pengawasan partisipatif. Artinya masyarakat juga berperan aktif dalam pemilu yang akan datang.

Peranan Mahasiswa dalam pemilu sangatlah penting karena ini menyangkut kedaulatan berbangsa dan bernegara.

“Mahasiswa memberikan edukasi politik yang benar terhadap masyarakat setempat”, ungkapnya.

Menurut Humas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri, bersuara terkait dengan pemilu yang damai 2019, terkait Hoax dalam penyampain data harus lebih akurat dan bisa dipertanggung jawaban.

“Upaya untuk meningkatkan nilai moralitas dalam berpolitik, maka peran Mahasiswa begitu pentingnya untuk memberikan berita isi yang benar dan obyektif, agar di tengah masyarakat tidak ada konflik”, pungkasnya.

(hry)