Turis Asing Keluhkan Sampah Berserakan di Pantai Krui

389

berantasonline.com (LAMPUNG) – Turis asing keluhkan banyaknya sampah yang berserakan di pantai Mandiri Sejati dan lokasi wisata terpadu Tanjung Setia, Krui,  Kab Pesisir Barat.

Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Pesisir Barat, Prasetyo, kepada berantasonline.com, melalui sambungan telefon mengatakan, banyaknya sampah plastik bekas yang berserakan di lokasi pantai Mandiri Sejati, dan pantai Tanjung Setia, dikeluhkan para turis asing, “ya mereka sangat terganggu dengan banyaknya sampah”, terang Prasetyo.

Menurut Prasetyo, para wisatawan manca negara yang hendak olahraga Surfing mengeluhkan kondisi kotornya pantai kepada pihak hotel, kemudian pihak hotel melaporkan keluhan para wisatawan ke PHRI sebagai organisasi yang menaungi mereka.

Prasetyo berharap kepada dinas terkait, agar segera mencari solusi atau mengambil tindakan baik berupa larangan ataupun tindakan yang bisa mencegah atau menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang, terutama di pantai.

Karena menurutmya, persoalan sampah menjadi persoalan klasik dunia pariwisata Pesisir Barat, dan jika dibiarkan akan berdampak pada turunnya angka kunjungan wisatawan Ke Pesisir Barat .
Yang pada akhirnya akan berpengauruh pada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor Pariwisata.

Padahal menurut Pras, wisatawan manca negara sangat senang dengan keindahan alam Pesisir Barat, apalagi di tunjang dengan adanya beberapa spot surfing kelas dunia, seperti di Tanjung Setia.

Sementara itu, kepala dinas Pariwisata kabupaten Pesisir Barat, Gunawan dikonfirmasi melalalu pesan WhatsApp, terkait banyaknya sampah dilokasi wisata mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengan PHRI dan Badan Lingkungan Hidup (BLH), guna mencari solusi mengatasi sampah di sekitar pantai dan bagaimana membangun pariwisata Pesisir Barat agar lebih maju lagi, “Sehingga dapat memberikan kontribusi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang optimal sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah” jelas Gunawan.

(Benk)