Tuding Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Gunakan Ijazah Palsu, 4 Media Online Dilaporkan ke Dewan Pers

332

berantasonline.com JAKARTA

Tudingan penggunaan ijazah palsu terhadap Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardhana, yang heboh diberitakan sejumlah media online belakangan ini, nampaknya berbuntut panjang.

Kuasa Hukum Eka Wardhana, Herdiyan Nuryadin SH, Rabu (11/12) mendatangi Gedung Dewan Pers di Jakarta untuk menyerahkan berkas laporan pengaduan terhadap 4 media online (KM,IM,MI,dan RB).

Dalam keterangan Pers nya, Herdiyan mengungkapkan bahwa laporan tersebut merupakan langkah hukum awal terkait pencemaran nama baik kliennya yang dituduh menggunakan ijazah palsu dan tidak berhak menyandang gelar akademik sebagai Sarjana Ilmu Politik (S.IP) yang dikeluarkan oleh STISIP Syamsul ‘Ulum, Gunungpuyuh, Sukabumi.

“Pihak Dewan Pers mengatakan bahwa pengaduan kami akan diproses selama satu bulan dan akan ada pemanggilan, jika pelaporan kami terbukti maka akan digelar sidang kode etik jurnalis yang diputuskan oleh 9 Anggota Dewan Pers”, ujar Herdiyan.

Selanjutnya, sambung Herdiyan, jika media online yang dilaporkan tersebut terbukti bersalah maka langkah selanjutnya akan dibuat Laporan Pidana pencemaran nama baik ke Polres Bogor Kota, “Jadi Dewan Pers dalam masalah ini sifatnya hanya sebagai ahli”, tegas Herdiyan.

Sementara itu, pihak Kampus STISIP Syamsul ‘Ulum, Gunungpuyuh, Sukabumi telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menerangkan bahwa Eka Wardhana tercatat sebagai alumni program studi Ilmu Administrasi Negara tahun 2006 dengan nomor induk mahasiswa 02010254.

Ketua Bidang Kemahasiswaan Aang Rahmatullah mengatakan, pihak STISIP sudah mendapatkan sebuah informasi langsung dari LL Dikti tentang verifikasi Ijazah atas nama Eka Wardhana.

“Perlu saya sampaikan bahwa berdasarkan verifikasi ijazah dari LL Dikti sudah selesai tidak ada masalah. Saya nanti akan tunjukan bukti bukti verifikasi, berita acara dan lain sebagainya,” ungkap Aang mewakili pihak kampus.

Ketua Pembina Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Bogor, Drs. H. Bustanul Daham, M.Si menilai kasus tersebut merupakan bentuk kecerobohan seorang Wartawan.

“Kalau sudah begini berarti harus mempertanggungjawabkannya secara hukum, karena sudah merusak nama baik Kampus dan seluruh keluarga besar STISIP Syamsul Ulum”, ujarnya.

“Saya sudah ingatkan sebelumnya tapi rekan rekan membandel terus membuat berita sepihak. Sebab saya tahu persis bahwa Eka benar Mahasiswa dan lulusan STISIP, wong saya sendiri Dosen nya kok”, tegas H. Bustanul.

(Indrawan)