Tuding Dishub Lakukan Pungli di Facebook, Pemilik Toko Sembako Terancam Dipolisikan

130

berantasonline.com (Bogor)

Setelah heboh mencoba memviralkan postingannya di facebook tentang Pungutan Liar (Pungli) oleh Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, seorang pemilik toko sembako di Desa Bantarjaya Kecamatan Rancabungur bernama Dede Andri (32) akhirnya meminta maaf dan mengaku salah paham, setelah didatangi pejabat Dishub Kab Bogor yang memprotes tuduhannya itu.

Awalnya, pada hari Jumat siang (31/1), toko sembako milik Dede Andri di Jalan Raya Atang Senjaya RT 2/2, Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, disambangi dua orang petugas Dishub Kab Bogor bernama Iwan dan Achmad untuk melakukan pendataan Pemilik Perusahaan berkenaan dengan Pengelolaan Parkir.

Namun Dede Andri bersikap arogan menolak lokasi parkir usahanya bakal dikutip retribusi jasa usaha oleh Pemkab Bogor.

Tak lama berselang, Dede Andri nekat menyebarkan status di akun facebooknya ‘Andri Lauw’, yang berisi bahwa seolah-olah tokonya telah menjadi korban percobaan Pungli oleh Dishub Kab Bogor, dan mendapat tanggapan caci maki dari para pembacanya.

Mendapat informasi fitnah tersebut, Sabtu siang (1/2), Kepala UPT Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah IV Dishub Kab Bogor, Ika Sobariah, SE,MM bersama jajarannya menemui Dede Andri untuk mempertanggungjawabkan ulahnya.

Dede Andri kemudian mengakui bahwa reaksinya terlalu berlebihan dan membuat surat pernyataan maaf kepada Dishub Kabupaten Bogor.

“Dengan ini saya menyatakan dengan sebenarnya tanpa paksaan dari pihak manapun, meminta maaf atas perbuatan saya berkenaan dengan postingan facebook tertanggal 31 Januari 2020 jam 10.00, sehingga ada pihak yang dirugikan baik insitusi Dishub Kabupaten Bogor Khususnya Wilayah IV Bogor dan beberapa orang petugas dishub. Maka dengan ini semua postingan tersebut tidak benar karena kesalahpahaman saya pribadi”, demikian kutipan surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai oleh Dede Andri.

Kepala UPT Wilayah IV Dishub Kab Bogor Ika Sobariah, saat dikonfirmasi berantasonline.com menyayangkan ulah Dede Andri tersebut yang memfitnah petugasnya melakukan pungli.

“Dalam surat pemberitahuan itu kan sudah jelas bahwa kami baru melakukan pendataan kepada para pemilik usaha yang memiliki lahan parkir, dan untuk kedepannya akan dikenakan kutipan retribusi jasa usaha berdasarkan Perda Kab Bogor No. 29 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Perbup No. 32 tahun 2004 tentang Pengelolaan Parkir, dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor, seharusnya pelajari dulu saja jangan asal fitnah begitu”, ujar Ika.

Sementara itu, dua petugas Dishub Kab Bogor Iwan dan Achmad yang sebelumnya dituduh Dede Andri mencoba melakukan pungli, berencana membawa masalah tersebut ke Polisi karena merasa dicemarkan nama baiknya di media sosial.

“Saya akan laporkan ke Polisi, saya tidak terima difoto dan difitnah di facebook seperti itu, padahal sudah mencoba bicara baik baik tapi malah nantang, pemilik usaha yang lain justru menerima baik baik karena memang sifatnya baru sebatas pemberitahuan dan pendataan”, kata Achmad.

(Indrawan/AH)