Tersangka Pelaku Pembunuhan Pemilik Perusahaan Pelayaran Ditangkap

45

berantasonline.com (Jakarta)

Kapolda Metrojaya Irjen Pol
Nana Sujana, Senin (24/8) di Jakarta mengungkapkan, pihaknya telah menangkap 12 orang tersangka pelaku pembunuhan terhadap Sugiarto (52) Pemilik Perusaaan Pelayaran PT. Dwi Putra Tirtayasa di Kelapa Gading Jakarta.

Otak pelaku bernana NL (34) merupakan karyawati perusahaan tersebut. Menurut pengakuan NL dia menaruh dendam kepada korban karena sering dilecehkan secara.

Menurut Kapolda Inspektur Jenderal Pol Nana Sujana, para tersangka ditangkap dibeberapa tempat di daerah Cileungsi Kab Bogor, Lampung dan Surabaya.

Mereka yang ditangkap tersangkut pembunuhan yang terjadi Kamis 13 Agustus 2020 itu selain NL juga suami siri NL yakni MM (42) diduga sebagai perencana Pembunuhan, DM (50) pelaku pembunuhan, dan SY (58) pelaku penembakan yang membantu mengemudikan Sepeda Motor AJ(56) pemilik Senjata, TH (64) penjual senjata, SP perantara penjualan senjata dan R (52) yang berpura pura jadi Petugas Pajak.

Dalam pemeriksaan tersangka NL yang merupakan karyawan dibagian keuangan di Perusahaan milik Sugiarto sejak tahun 2012′.Kepada petugas NL saat diperiksa mengatakan kerap dimarahi Sugiarto dan sering dilecehkan.

Masalah bertambah ketika Sugiarto mengancam akan melaporkan NL ke Polisi terkait adanya teguran dari Kantor Wilayah Pajak Kementerian Keuangan wilayah Jakarta Utara, karena terdapat indikasi penggelapan pembayaran pajak dari Perusahaan Sugiarto yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Karena rasa dendam dan takut membuat NL mendesak suami siri nya untuk membunuh Sugiarto dengan menyerahkan dana Rp 200 juta untuk keperluan membunuh Sugiarto

Irjen Nana mengatakan setelah tanggal 9 Agustus mereka gagal menjebak Sugiarto. Maka pembunuhan dengan senjata api dijalankan dengan menawarkan.kmm mmmepada DM sebagai eksekutor, karena DM belum pernah menggunakan Senjata Api, maka AJ sebagai j senjata api mengajari DM menggunakan Senjata Api jenis Browning Arms Company tersebut (dengan nomor seri NM 01548) dengan amunisi kaliber 380 auto.

Pelaksanaan pembunuhan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2020 sekitar pkl 12.45 Sugiarto keluar dari perusahaanya dan langsung ditembak dari jarak dekat oleh DM.

Dari lima kali tembakan,
dua meleset dan tiga mengenai badan korban, berakibat Sugiartotersungkur dan meninggal dunia.

Pihak Kepolisian menangkap TH selaku penjual senjata kepada AJ seharga Rp 20 juta dan SP sebagai perantara yang mendapat komisi Rp. 5 juta.

Menurut Nana senjata itu illegal dan tidak terdaftar. Dikatakan para tersangka dijerat dengan dengan Pasal 340 dan Pasal 338 Kitab Undang Undang Hukum Pidana terlibat dengan rencana pembunuhan mereka menghadapi ancaman hukuman mati.

Adapun yang terjerat kasus kepemilikan senjata api dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Polisi menangkap para tersangka setelah menganalisis berbagai. aspek, mulai dari, pemeriksaan ditempat kejadian, rekaman. CCTV keterangan saksi higga hasil otopsi”, jelas Kapolda.

(Indra/red.1)