Terkait Sertipikat Tanah Berlaku 1 Tahun di Cimanggis. Polisi: Sertipikatnya Betul Tapi Prosesnya Yang Tidak Benar

492

Bogor, BERANTAS

Munculnya sertipikat tanah berlaku satu tahun yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional/ATR Kabupaten Bogor atas nama Dr. Dwi Santy Kusumaningsih, dinyatakan oleh pihak kepolisian, tidak benar.

Penegasan tersebut diungkapkan oleh petugas Polda Jaya terkait keberadaan sertipikat milik Dr.Dwi Santy Kusumaningsih diatas sertipikat yang sudah ada milik Dra. Hj. Dewi Rasmani, MM yang dibelinya dari Yusda.

Dengan demikian betapa carut marutnya Administrasi Pertanahan Kabupaten Bogor dimana bisa timbul sertifikat diatad sertifikat dan hanya berlaku 1 tahun.

Ini terungkap dari pembuatan Sertipikat diduga Asli Tapi Palsu (Aspal) atasnama Hj. Dr Dwi Santy Kusumaningsih, yakni Sertipikat 2956 oleh BPN Kab Bogor yang dibuat berlaku setahun dari tanggal 28-6-2012 hingga 28-10-2013.

Dimana lokasinya berada diatas tanah yang sudah bersertifikat No 4477 dahulu 149/Cimanggis atasnama Yusda.

Menurut Dra.Hj.Dewi Rasmani, MM sebagai Pemilik tanah sambil menangis ketika ditemui KORAN BERANTAS/BERANTAS Online, ia membeli tanah tersebut yang berada di lokasi di kampung Sudimampir, Cimanggis, kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor itu dari Yusda dengan AJB tahun 2016.

Bahwa adanya pembuatan Sertipikat oleh Dr Hj. Dwi Santy Kusumaningsih hanya berdasarkan Ipeda 1640 P10 dan tidak memiliki girik alas tanah dibuat diatas bersertipikat 4477 dahulu 149 NIB 07617 tahun 1978.

Sayangnya, kata Dewi Rasmani, Dr. Dwi Santy Kusumaningsih belum “dikutak-katik” oleh Polisi Metrojaya.

Sehingga akibat ulah Dr. Dwi Santy Kusumaningsih yang tentunya dibantu oknum BPN, sehingga bisa terbit Sertipikat atas nama Dr.Dwi Santy K diatas tanah berserikat 4477/Cimanggis (dahulu 149 atas nama Yusda) yang dibelinya itu bisa terbit karena perbuatan para mafia yang dibantu dibantu oknum BPN.

Menurut Dra. Hj. Dewi Rasmani, MM yang juga isteri Almarhum AKBP Moch. Made Rumiasa terakhir Kapuskodalops Polwil Bogor Alumni Akabri tahun 1978.

Pemilik tanah Hj. Dewi Rasmani sangat kesal dengan ulah para mafia tanah dan oknum BPN Kabupaten Bogor yang dengan seenaknya mempermainkan keberadaan tanah dan sertifikat miliknya itu.

Sebagai keluarga Polisi, Hj. Dewi Rasmani meminta dengan sangat kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo agar turun tangan membersihkan mafia tanah yang sangat merugikannya itu.

Bahkan menurut Hj. Dewi Rasmani lagi, dari Sertipikat aspal tersebut, pada tahun 2013 terbit Sertipikat 3282 sebagai pecahan dari Sertipikat bermasalah no 2956, yang dibuat oleh Dr Dwi Santy Kusumaningsih masih diatas tanah bertipikat 4477 asal 149/Cimanggis.

“Hebat sekali dia (Hj Dwi Santy Kusumaningsih) bisa berbuat seperti itu, sebab lokasi sedang statusquo karena ada gugatan perdata Perkara No 150/Pdt G/2013/PN.Cbn, malahan pihak BPN Kab Bogor menerbitkan Sertipikat No 3282. Kami mohon pihak Polda Metrojaya mengusut Dwi Santy Kusumaningsih dan siapa siapa oknum BPN Kab Bogor yang membantunya”, ujar Hj Dewi sambil terisak menangis.

Dalam hal keberadaan Sertipikat 3282/Cimanggis an Dr Dewi Santy Kusumaningsih tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dalam Suratnya Nomor 2441/Ket.200-4/VII/2019 tanggal 25-7-2019 ditandatangani Kasubag Tata Usaha Noor Azizah S.SIT.MM menyebutkan bahwa berdasarkan Peta Plotting tanggal 12-03-2919 yang ditandatangani Kepala Sub Seksi Pengukuran dan Pemetaan Kadastral bagian b. Bahwa diatas Sertipikat Hak Milik No 4477/Cimanggis terdapat Sertipikat No 3282/Cimanggis Surat Ukur No 00026/2013 NIB 06246 atasnama Dr Santy Kusumaningsih dan Sertipikat No 2893/Cimanggis Surat Ukur 00004/2012 NIB 03664 atasnama Musfiah Mashuri.

Selanjutnya untuk menuntaskan permasalah tersebut Hj Dewi Rasmani berharap Menteri Agraria menurunkan Tim Gabungan Inspektorat Jenderal dan Kanwil BPN Jabar langsung untuk membereskan kemelut pertanahan yang dibuat oleh mafia dan oknum oknum BPN Kabupaten Bogor tersebut.

Dilain pihak, Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan ATR Sunrizal SE MM, berjanji akan membatalkan Sertipikat Ganda dan Aspal yang direkayasa pembuatannya.

Sementara itu sumber KORAN BERANTAS/Berantas Online di Polda Metro Jaya dalam keterangannya berkaitan sertifikat atas nama DR Dwi Santy mengatakan, “Sertifikatnya betul tapi proses pembuatannya tidak benar”, ujarnya.

Sementara itu diperoleh keterangan, bahwa laporan tindak pidana yang dilaporkan oleh Yusda kepada Polda Metro Jaya dengan laporan polisi Nomor ;LP/1344/II/YAN.2.5/2020/SPKT.PMJ.tanggal 28 Februari 2020, kini kasusnya sudah ditangani Polisi. “Sudah ada tersangkanya, serta kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok”, ujar sumber.

Sementara itu, kepala BPN /ATR Kabupaten Bogor yang dihubungi KORAN BERANTAS/BERANTAS Online melalui saluran selulernya tidak mau menjawab padahal Telepon Genggamnya terlihat sedang Online alias aktif.

(ytm/zen)