Terkait Kasus Korupsi Rp 100 Miliar, Direktur Umum RSUP Fatmawati Mulai Diperiksa Kejagung

1880
Salah satu contoh ruang Rawat Inap RSUP Fatmawati bernilai Rp100 miliar yang amburadul, sebagai bukti tak terbantahkan. Apakah kasus ini akan di SP3 kan, perlu diawasi secara cermat.

berantasonline.com (Jakarta) – Kejaksaan Agung, Kamis (24/5) bergerak cepat dengan memeriksa dan memproses verbal Direktur Umum SDM dan Pendidikan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta drg. Nus Ika.

Terpereksi drg. Nus Ika merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Ruang Rawat Inap Anggrek senilai Rp 100 miliar yang secara kasat mata amburadul, sehingga dapat dipastikan merugikan keuangan negara bermiliar-miliar rupiah.

Ruang Rawat Inap Anggrek berlantai 6 tersebut hanya sebagian yang tuntas dikerjakan oleh pemborong PT. PP dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan dr. Nila AF. Moeloek tahun 2017 lalu.

Waktu itu Menkes hanya diperlihatkan ruangan yang sudah jadi sedangkan yang masih berantakan alias amburadul tidak diperlihatkan.

Pemeriksaan drg. Nus Ika tersebut menyusul empat pejabat RSUP Fatmawati yang telah diperiksa sebelumnya.

Ketua Umum DPP LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat Khotman Idris, Kamis siang (24/5) ketika ditemui di Jakarta mengatakan optimis Kejaksaan Agung dapat menuntaskan kasus korupsi besar besaran ini.

“Seyogyanya Kejaksaan Agung dapat segera menahan para Pejabat yang terlibat. Jangan sampai diulur ikut lagi apalagi dipeti es kan”, ujar Khotman.

Ketua Umum DPP LSM PAR mengingatkan Kejaksaan Agung agar sungguh-sungguh jangan bemain api dalam kasus ini, “Sebab rakyat banyak mengikuti dengan cermat langkah langkah yang dilakukan penegak hukum”, tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pihak Kejaksaan Agung telah memeriksa para Pejabat RSUP Fatmawati terkait pelaksanaan proyek kebersihan dan cleaning service tahun 2015/2016 yang telah menghabiskan APBN sebesar Rp 24 miliar dengan jalan penunjukan langsung kepada pemborong, dengan harga dibawah standar.

Bagaimana proses selanjutnya penanganan kasus kasus tersebut, berantasonline.com akan memonitor secara intensif. (red.1)