Tarif Listrik Naik Tinggi, Warga Pamekasan Datangi Kantor PLN

76

berantasonline.com (Pamekasan Jawa Timur) –  Kebijakan pemerintah menaikan tarif dasar listrik (TDL)  berdampak signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi,  akibat ketidak puasan masyarakat terhadap kenaikan tersebut, puluhan masyarakat Kabupaten Pamekasan medatangi Kantor PLN Rayon Pamekasan di Jl. Kesehatan, tepatnya di utara SMPN 2 Pamekasan, Selasa (06/02).

Kedatangan puluhan massa itu mempermasalahkan naiknya tarif pembayaran rekening listrik yang begitu  melonjak melebihi 100%, yang biasanya membayar Rp 63.000 naik drastis menjadi Rp. 900.000.

Salah satu warga Kelurahan Parteker, Sugianto kepada berantasonline.com  menyampaikan, bahwa kebijakan yang ambil oleh PLN Pamekasan seenaknya saja.

“Kami minta pembayaran registrasi ini dikurangi, karena tak sesuai dengan bulan-bulan sebelumnya. Kami ini tak punya hutang sama PLN kok malah kami disuruh ngangsur, yang punya hutang itu PLN,” ucapnya dengan nada tinggi di Kantor PLN Rayon Pamekasan.

Sugianto juga menyampaikan, jika pihak PLN masih tetap tidak bisa mengurangi tarif pembayaran rekening listrik,  maka dirinya bersama sebagian besar masyarakat  kabupaten Pamekasan siap untuk dipadamkan listrik nya.  “Kami siap dipadamkan seluruh Pamekasan,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu Mulyadi warga  Kelurahan Barurambat Kota mengatakan, “Jika memang mau dinaikan tak masalah, namun bulan selanjutnya dikurangi lagi, ini malah tidak”.

Dari salah satu warga juga, yang enggan memberikan namanya menyampaikan, “Jika pihak PLN masih tetap seperti ini kami bisa melaporkannya hal ini, masak masyarakat mau dicekik,” tegasnya dihadapan pegawai PLN Rayon Pamekasan.

Sementarai itu, Agung salah satu pegawai PLN Rayon Pamekasan saat menemui puluhan massa mengatakan, bahwa dirinya siap dilaporkan oleh masyarakat. “Iya tak masalah silahkan saja,” katanya.
Serta dirinya menyampaikan, jika pemadaman itu dilakukan oleh masyarakat se Pamekasan, malah dirinya yang merasa diuntungkan. “Yang punya hutang ya masyarakat masak PLN,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan masyarakat masih tetap marah-marah dan meminta bertemu dengan pimpinan PLN Rayon Pamekasan. (Bakri)