Sutikno Petani Tegalyoso Lampung Timur Tewas Diinjak Gajah

50

Lampung, BERANTAS

Seorang petani warga Desa Tegalyoso Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, Minggu malam (31/10) tewas diduga terinjak Gajah liar saat sedang mengontrol kebun jagung miliknya.

Menurut seorang warga bernama Yani, pada Minggu petang sekitar 24 ekor gajah liar masuk ke perkebunan milik warga.

Waktu itu, warga Desa Tegalyoso menggiring gajah liar tersebut kembali ke hutan, namun diduga masih ada dua ekor yang masih bertahan.

Waktu itu Suyono pergi masuk ke perkebunan miliknya dengan maksud melihat kondisi kebunnya setelah diserang gajah. Warga sempat mendengar teriakan Suyono minta tolong.

Menurut Kepala Desa Tegalyoso jenazah Sutikno ditemukan sekitar pukul 20.00 wib Minggu malam dalam keadaan kaki kiri dan pinggang patah, dada dan kepala memar diduga karena diinjak Gajah.

Menurut Kades Yani, jenazah Sutikno sudah dimakamkan dan pihak keluarga sudah menerima musibah itu.

Yani menambahkan, selama kurun waktu terakhir sudah ada empat orang warga setempat meninggal karena diserang gajah liar. Pihaknya mengusulkan agar pemerintah membangun kanal sepanjang 7 km guna mengatasi konflik dengan satwa liar tersebut.

Menurut Plh. Kepala Seksi II Bungur TNWK (Taman Nasional Way Kambas) insiden penyerangan itu diluar prediksi Mahout (pawang gajah) yang membantu warga menggiring gajah.

Sebelum kejadian, petugas telah menginformasikan dari pantauan melalui GPS posisi Gajah dalam hutan sekitar 2 km dari batas TNWK agar siap menggiring gajah yang akan masuk.

Menurut Nazaruddin Plh Kasi II Bungur, saat ini 23 orang Polisi Kehutanan berjaga, disamping untuk menjaga hutan dari perambah liar juga membantu mengatasi konflik antara manusia dengan gajah.

(Doddi Irawan/red.01)

*Foto ilustrasi