Sungai Cicatih Cicurug Kembali Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir

51

berantasonline.com (Sukabumi) – Puluhan rumah warga terendam banjir akibat luapan air sungai Cicatih dan sungai Cibeber sejak beberapa hari hujan deras mengguyur Kabupaten Sukabumi tepatnya di Desa Mekarsari Kecamatan Cicurug, Rabu sore (28/04/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani kepada berantasonline.com mengatakan, sebanyak 39 rumah terendam banjir akibat luapan aliran sungai Cicatih, menurut data yang kami terima pertamakalinya dari Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari.

“Ya betul sekitar 39 rumah yang terendam banjir, diantaranya Kampung Nyangkowek RT 02 RW 06 ada 4 Kepala Keluarga yang terdampak, rumah Bapak Dasir itu satu rumah dua KK berisi 4 jiwa, rumah Bapak Kusrin 1 KK dengan 4 jiwa dan rumah Bapak Hudori 1 KK dengan 4 jiwa,” terangnya.

Lokasi berikutnya lanjut Anita, banjir juga merendam 6 rumah warga di Kampung Lio RT 02 RW 05 dengan ketinggian air di daerah tersebut mencapai 60 sampai 80 cm. Diantaranya rumah Ruslan (52) dengan jumlah jiwa 3 orang, rumah Yudirman (35) jumlah jiwa 4 orang, rumah Dadan (45) jumlah jiwa 4 orang, rumah Fatimah (52) jumlah jiwa 2 orang, rumah Hendrik (38) jumlah jiwa 3 orang dan rumah Lia (40) jumlah jiwa 4 orang.

“Selain data yang diberikan petugas P2BK BPBD di Kecamatan Cicurug, kami juga mendapat informasi banjir juga terjadi di Kampung Sindangpalai Kampung Baru RT 06 RW 06 Desa Pasawahan. Ada sekitar 30 KK yang terdampak, untuk data masih menunggu laporan dari petugas di lokasi”, ujarnya.

Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug Dodi Firmansyah menambahkan, air yang masuk ke rumah warga itu akibat luapan 2 sungai yakni sungai Cicatih dan sungai Cibeber.

“Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, sementara ini ada 3 rumah yang terendam air dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Akibat banjir tersebut sejumlah barang perabotan rumah tangga milik warga dievakuasi, karena ditakutkan debit air semakin meninggi,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, salah satu warga yang terdampak banjir di Kampung Cibeber Aris Gartiwa (Ute) membenarkan, sekitar 2 jam diguyur hujan air sungai Cibeber begitu cepat meluap tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB sehingga kami tidak sempat selamatkan perabotan rumah tangga.

“Hujan begitu deras hingga terjadi luapan sungai Cibeber yang merendam sebagian rumah warga, termasuk rumah saya juga terendam dan sebagian perabotan rumah tangga saya juga ikut hanyut terbawa arus, tapi untungnya tidak ada korban jiwa”, pungkasnya.

(Riswan/Ebi)