Sumenep Kembangkan Benih Sapi Adikara, Kerja Bareng Dengan BBIB

17

berantasonline.com (MADURA)

Pemerintah Kabupaten Sumenep bertekad menyukseskan Inseminasi Buatan (IB) serta pelestarian sapi Madura di Kabupaten setempat, buktinya pihak terkait terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak salah satunya dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang.

“Diharapkan kerja sama itu bisa meningkatkan penyediaan bibit-bibit unggul sapi Sumenep bahkan Madura, supaya kualitas sapi pejantan Madura yang salah satunya berasal dari Pulau Sapudi tetap terjaga,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, melalui rilis Humas dan Protokol Pemkab Sumenep saat kunjungan kerja di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, Kamis (12/09/2019).

Bupati menyatakan, para peternak sapi di Jawa Timur memang meminati sapi pejantan Madura yaitu pejantan adikara, sehingga masyarakat perlu mempertahankan sapi Madura dan Sumenep khususnya sebagai aset sumber daya genetik.

“Mempertahankan dan mengembangkan genetik sapi itu, dengan cara mengembangkan sentra pembibitan di pedesaan (Village Breeding Centre) yang harus melibatkan para peternak sapi di Kabupaten Sumenep,” ungkap Bupati.

Untuk itu diharapkan kerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, mampu memenuhi kebutuhan benih sapi Adikara dalam rangka mempertahankan keberlangsungan sapi penjantan Sumenep dan Madura.

“Dengan mengawetkan sperma sapi adikara di BBIB itu bisa mempertahankan sapi adikara hingga puluhan tahun, bahkan sampai pejantannya mati,” tandas Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si.

Kunjungan Kerja Bupati bersama Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, diawali dengan penyambutan drh. Enniek Herwijayanti, M.P dan dilanjutkan peninjauan Bank Sperma serta melihat sapi-sapi unggul dari berbagai ras berjumlah 244 ekor, termasuk 6 ekor sapi pejantan Adikara Madura.

Ia mengungkapkan, dengan ketersediaan benih sapi unggul itu bisa menyukseskan program Inseminasi Buatan (IB) di Sumenep, alasannya petugas IB tidak kesulitan untuk mendapatkan benihnya.

“Kami mohon kerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari meningkatkan penyediaan bibit-bibit unggul sapi Madura, sehingga petugas IB Kabupaten Sumenep yang berjumlah sebanyak 27 orang, bisa melayani masyarakat secara maksimal,” pungkasnya.

Sementara kunjungan kerja Bupati bersama rombongan menghasilkan 4 prioritas rujukan potensi pengembangan peternakan di Kabupaten Sumenep, yaitu kerbau merah dari Pulau Kangean, domba Sapudi, kampung IB terdiri dari Kecamatan Guluk-Guluk, Ganding, dan Kecamatan Lenteng serta pengembangan atau bimtek sumber daya manusia bagi tenaga inseminasi buatan.

(Imam Budiono)