Soal Penurunan Kuota Pupuk Bersubsidi, Petani Sumenep Jangan Resah

18

berantasonline.com JATIM

Penurunan kuota pupuk bersubsidi tahun ini, masyarakat khususnya para petani diharapkan tidak panik. Sebab, kebutuhan pupuk dimungkinkan mencukupi, karena kebutuhan untuk saat ini tidak cukup besar.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Ir. Arif Firmanto, mengungkapkan, meskipun terjadi penurunan jumlah kuota pupuk bersubsidi, namun kebutuhan pupuk di Kabupaten Sumenep saat ini masih mencukupi. “Masa tanam hingga saat ini sudah di usia tiga puluh lima hari ke atas, sehingga kebutuhan pupuk tak terlalu tinggi. Jadi, masyarakat tidak perlu panik,” ungkap Arif kepada Media Center, Jumat (21/02/2020).

Dikatakan Arif, jika pihaknya sebelumnya sudah berupaya maksimal untuk mengusulkan penambahan pupuk pada saat rapat di Kantor Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu. Bahkan, semua perwakilan Kabupaten/Kota di Jawa Timur menginginkan penambahan kuota pupuk bersubsidi. Namun, Jawa Timur sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena secara umum memang seperti itu.

Jawa Timur, kata Arif termasuk kategori lumbung pangan, sehingga wajar jika semua menginginkan mendapatkan jatah pupuk, minimal sama dengan tahun 2019 lalu. Namun, upaya tersebut tetap tidak bisa terpenuhi, karena kondisinya memang tidak bisa seperti itu. Pihaknya, tetap berupaya maksimal untuk pemenuhan pupuk bersubsidi ini. “Namun, tak ada penambahan, kita sadari bersama, kita bisa bijak dalam hal pemupukan, dengan menggunakan pupuk organik, atau pupuk non subsidi,” katanya.

Berdasarkan data di Dispertahortbun, kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sumenep, tahun 2020 berkurang hingga 50 persen. Yakni, jenis pupuk subsidi, seperti Urea mendapatkan 553.546 ton dari sebelumnya 1.066.044 ton, atau turun 51,93 persen. Sedangkan untuk SP 36 mendapatkan jatah 66.123 ton dari tahun sebelumnya 2019 sebesar 142.880 ton, atau turun 46,28 persen.

Sedangkan untuk pupuk ZA memperoleh 186.766 ton dari sebelumnya 480.250 ton, turun sekitar 38,89 persen. Pupuk jenis NPK mendapatkan jatah 437.809 ton dari 590.710 ton. Lalu, pupuk organik saat ini mendapatkan 105.350 ton, sementara tahun 2019 lalu mendapatkan jatah sekitar 506.400. Sedangkan se-Provinsi Jawa Timur, pengurangannya hingga 48,44 persen. (MAM)

Ket gambar : Ir. Arif Firmanto Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep.

Soal Penurunan Kuota Pupuk Bersubsidi Petani Jangan Resah

SUMENEP, KORAN BERANTAS

Penurunan kuota pupuk bersubsidi tahun ini, masyarakat khususnya para petani diharapkan tidak panik. Sebab, kebutuhan pupuk dimungkinkan mencukupi, karena kebutuhan untuk saat ini tidak cukup besar.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Ir. Arif Firmanto, mengungkapkan, meskipun terjadi penurunan jumlah kuota pupuk bersubsidi, namun kebutuhan pupuk di Kabupaten Sumenep saat ini masih mencukupi. “Masa tanam hingga saat ini sudah di usia tiga puluh lima hari ke atas, sehingga kebutuhan pupuk tak terlalu tinggi. Jadi, masyarakat tidak perlu panik,” ungkap Arif kepada Media Center, Jumat (21/02/2020).

Dikatakan Arif, jika pihaknya sebelumnya sudah berupaya maksimal untuk mengusulkan penambahan pupuk pada saat rapat di Kantor Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu. Bahkan, semua perwakilan Kabupaten/Kota di Jawa Timur menginginkan penambahan kuota pupuk bersubsidi. Namun, Jawa Timur sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena secara umum memang seperti itu.

Jawa Timur, kata Arif termasuk kategori lumbung pangan, sehingga wajar jika semua menginginkan mendapatkan jatah pupuk, minimal sama dengan tahun 2019 lalu. Namun, upaya tersebut tetap tidak bisa terpenuhi, karena kondisinya memang tidak bisa seperti itu. Pihaknya, tetap berupaya maksimal untuk pemenuhan pupuk bersubsidi ini. “Namun, tak ada penambahan, kita sadari bersama, kita bisa bijak dalam hal pemupukan, dengan menggunakan pupuk organik, atau pupuk non subsidi,” katanya.

Berdasarkan data di Dispertahortbun, kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sumenep, tahun 2020 berkurang hingga 50 persen. Yakni, jenis pupuk subsidi, seperti Urea mendapatkan 553.546 ton dari sebelumnya 1.066.044 ton, atau turun 51,93 persen. Sedangkan untuk SP 36 mendapatkan jatah 66.123 ton dari tahun sebelumnya 2019 sebesar 142.880 ton, atau turun 46,28 persen.

Sedangkan untuk pupuk ZA memperoleh 186.766 ton dari sebelumnya 480.250 ton, turun sekitar 38,89 persen. Pupuk jenis NPK mendapatkan jatah 437.809 ton dari 590.710 ton. Lalu, pupuk organik saat ini mendapatkan 105.350 ton, sementara tahun 2019 lalu mendapatkan jatah sekitar 506.400. Sedangkan se-Provinsi Jawa Timur, pengurangannya hingga 48,44 persen.

(MAM)

Ket gambar : Ir. Arif Firmanto Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep.