SMPN 22 Depok Menggratiskan WiFi Untuk Warga Mekar Jaya

63

Berantasonline.com Depok

Sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.
Untuk kebutuhan peserta didik dalam mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19

Dan tujuan lainnya yaitu melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua.

Untuk itu SMP Negeri 22 Depok yang terletak di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, memberikan WiFi gratis kepada siswa-siswi yang rumahnya berada di lingkungan sekolah dengan radius 150 meter.

Kepala sekolah SMPN 22 Afrida yang didampingi wakilnya menjelaskan kepada wartawan Koran Berantas ketika disambangi kesekolah Senin(16/11/2020), bahwa pemberian WiFi gratis itu diperuntukkan khusus bagi 38 siswa dan siswi kurang mampu yang rumahnya berdekatan dengan lingkungan sekolah, baik itu murid SD, SMP dan SMA silahkan menggunakan WiFi tersebut untuk Belajar Dari Rumah(BDR).

Selain itu sekolah juga menyediakan tiga ruang kelas virtual yang terkoneksi dengan internet untuk mengajar.

Guru kami fasilitasi ruang virtual untuk mengajar. Di dalam ruangan tersebut, sudah ada sejumlah laptop dan kuota wifi juga kita tambah agar pelaksanaan PJJ tidak ada kendala.

Dengan demikian, guru SMPN 22 Depok tidak perlu menggunakan perangkat gawai dan kuota pribadi. Begitu pun dengan beban data apabila ada tugas-tugas yang perlu dikirimkan oleh siswa.

“Kami juga sudah mendata siswa yang kemungkinan sulit menerapkan PJJ. Siswa tersebut di perbolehkan ke sekolah hanya untuk mengambil tugas dan materi yang diberikan guru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohamad Thamrin menuturkan, dengan sehari hanya tiga mata pelajaran, maka bisa diselipkan materi ekstrakulikuler (ekskul) untuk siswa. Tentunya, untuk teknisnya bisa di bahas antara pihak sekolah dengan pelatih tiap ekskulnya.

“Seluruh program dan kegiatan pendidikan di sekolah, tetap harus berjalan. Tetapi, semua dibutuhkan inovasi dari pihak sekolah dalam menerapkannya,”

Achmad Hudori