Siti Fadilah Ungkap Penyebab Pasien COVID-19 Banyak Yang Meninggal

162

Jakarta, BERANTAS

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga sebagai relawan vaksin Nusantara kembali berbicara soal Covid-19.

Kali ini Siti Fadilah menyinggung soal merebaknya kasus COVID-19 di tanah air dimana banyak pasien yang meninggal akibat ganasnya virus tersebut.

Karena sebagian besar warga Indonesia kekurangan vitamin D3 dalam darahnya. Umumnya nilai normal vitamin D dalam darah manusia berkisar 30-100 ng/mL. Tetapi kebanyakan orang Indonesia, di bawahnya. Fenomena ini cukup dikenal akrab dalam dunia kedokteran.

Bahkan tak sedikit yang berada di bawah 20. Jika sudah demikian, akan sangat berbahaya untuk imunitas, termasuk akan mudah mengalami perburukan kalau terkena COVID.

Hal itu pula yang menjadi alasan mengapa pasien covid bisa meninggal, salah satunya karena kandungan D3 dalam darah rendah.

“Vitamin D3 itu penting dan tak boleh kurang dalam darah, kalau kurang kita akan gampang kena. Kalau saya menganjurkan kandungannya 40, normalnya kan angkanya 30-100. Sebab kalau kurang dari 20, kalau kena covid biasanya meninggal,” katanya.

Kalau lebih dari 20 dia akan tetap hidup, dan lebih dari 30 dia akan OTG. Maka lebih baik lebih dari 40 aman,” lanjutnya.

Vitamin D3 sendiri sebenarnya terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Selain itu, vitamin D3 juga dapat dijumpai pada makanan yang berasal dari hewan, seperti ikan laut, seperti salmon, tuna, dan tongkol.

Kemudian ada pula dari kandungan minyak ikan dan minyak hati ikan kod, telur, susu dan olahannya seperti keju dan yoghurt, hati sapi, sereal atau jus buah yang diperkaya vitamin D3.

Penyebab Orang Indonesia mudah terkena COVID sebenarnya ada banyak faktor. Namun salah satu yang jadi perhatiannya adalah soal kandungan vitamin D3 dalam darah manusia, soal berjemur, ini dia fenomenanya.

Di Indonesia negeri yang bermandikan matahari ini masyarakatnya malas berjemur di matahari.

Betapa tidak, orang Indonesia dikenal malas berjemur langsung alasannya sepele, takut hitam.

Padahal matahari punya manfaat besar pada tubuh, termasuk menguatkan kandungan vitamin D pada tubuh.

“Ini dia, banyak orang takut hitam, keluar rumah masuk mobil langsung masuk kantor lagi. Di kantor langsung kena AC, itulah, kecenderungan orang Indonesia takut matahari, makanya kandungan vitamin D3-nya rendah-rendah, dan ini bisa mudah dimasuki virus,” jelasnya.

“Andai berjemur susah, sebenarnya masyarakat bisa menyiasati dengan meminum suplemen vitamin D3 yang banyak bertebaran”, pungkasnya.

(Achmad Hudori)