Sidang Perdata Kasus Dana Talangan Pinjaman Ruko Nanggewer Ditunda PN Cibinong

277

Ruko Jl Raya Jakarta Nanggewer Cibinong yang jadi obyek perkara

berantasonline.com (Bogor)

Sidang perdata kasus dana talangan pinjaman terkait Ruko Jl Raya Jakarta Kelurahan Nanggewer Cibinong Bogor hari Selasa (4/8/2020) kembali diperiksa Majelis Hakim Pengadilan Cibinong dengan agenda menghadirkan dua orang saksi dipihak tergugat H. Rusmaidi.

Namun Sidang Perkara Perdata Nomor 211/Pdt.G/2019 PN.Cbn itu, berjalan beberapa saat setelah memeriksa kelengkapan administrasi dan beberapa pertanyaan dari Majelis Hakim calon Saksi SYAHRIAL dan MARCOS, keduanya ditolak oleh Majlis Hakim dengan alasan keduanya mempunyai hubungan Pekerjaan dengan tergugat.

Majelis Hakim terdiri dari Anastasia, Meinata dan Wuwu itu sepakat menolak kehadiran saksi saksi karena mempunyai hubungan dengan tergugat H. Rusmaidi. Kuasa hukum tergugat yakni Agus Manuarang Manalu, SH MH, Umbu R. Samapaty, SH, Junifer D Panjaitan, SH, MH setuju tawaran Majlis Hakim untuk menunda sidang hingga Selasa (12/8/2020) Pkl 10.00 Wib dan berjanji akan menghadirkan saksi saksi bagi tergugat. Demikian pula Kuasa Hukum Penggugat William Kalib yakni Agus Manalu, Linda Simbolon dan Gerald turut menyetuju.

Dalam persidangan sebelumnya, kuasa hukum tergugat mengajukan duplik atas replik dalam perkara No 211/Pdt.G/ 2019/PN.Cbn antara lain sebagai berikut, dalam tanggapan penggugat dalam eksepsi sepanjang masih relevan agar mohon kiranya diberlakukan dan menjadi satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan. Bahwa tergugat menolak dengan tegas semua dalil dalil yang disampaikan penggugat didalam gugatannya, kecuali apa yang diakui secara jelas dan terang oleh tergugat.

Bahwa adalah tidak benar dalil gugatan pada nomor 1 s/d nomor 9 tergugat dalam hal ini sangat keberatan pada intinya fakta hukum dimaksud adalah sebagai berikut. Bahwa pada tahun 2015 tergugat bermaksud mencari pinjaman atau dana talangan untuk menutupi/mengambilalih hutang yang telah jatuh tempo dan harus segera dibayarkan di Bank Artha Graha (AG) sebesar Rp 4.630.000.000 (empat miliar enam ratus tiga puluh juta rupiah) untuk menebus sertifikat milik tergugat, yaitu SHM No.4992/Nanggewer SHM No 5155 Nanggewer dan SHM No 5004/Nanggewer dan di Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp 980.000.000 (sembilan ratus delapan puluh juta rupiah).

Tergugat H.Rusmaidi pakai peci seusai menghadiri sidan Selasa (4/8)

Bahwa sekitar bulan Mei 2016 tergugat dan Sdr Marcos bertemu dengan Sdr Agung di Balai Lelang Mandiri untuk dicarikan orang yang bisa memberikan pinjaman atau dana talangan atau take over hutang tergugat. Kemudian tergugat dipertemukan dengan Erick Bastian yang berjanji akan mencarikan penyandang dana untuk memberikan pinjaman atau dana talangan pembayaran hutang pada Bank Artha Graha dan Bank Tabungan Negara dengan syarat yang harus dipenuhi dan dibayarkan dimuka oleh tergugat, yaitu tentang adanya diskonto sebesar 10 persen fee mediator 5 persen, dan pembayaran tiap bulannya sebesar 5 persen pada saat saat itu tergugat kurang mengerti apa yang dimaksud diskonto yang persentasenya besar sekali.

Dibagian lain dupliknya kuasa hukum tergugat menyebutkan, setelah disepakati terkait persyaratan peminjaman tersebut pada tanggal 27 Juni 2016 penggugat bersama Erick Bastian mengajak tergugat untuk bertemu dengan Notaris yang penggugat tunjuk yaitu untuk menandatangani kesepakatan prihal pinjaman tersebut. Namun pada saat itu tergugat justru diminta membuat dan menanda tangani surat surat yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kesepakatan persyaratan pinjaman yang telah disepakati sebelumnya.

Sebelumnya tergugat telah menanyakan permasalahan tersebut kepada penggugat, namun penggugat telah meyakinkan bahwa surat surat tersebut hanya bersifat teknis formalitas yang harus ditandatangani untuk mempermudah dan mempercepat proses dana pinjaman agar bisa dicairkan oleh penggugat.
Dikarenakan telah jatuh temponya hutang tergugat di Bank, maka atas dasar niat baik dan kepercayaan pada penggugat, pada akhirnya tergugat bersedia menandatangani seluruh surat perjanjian dan akta yang dibuat pada Kantor Notaris tersebut Tergugat, dalam hal ini tidak curiga sama sekali atas hal tersebut. Berbekal itikat baik dan berharap permasalahan hutang kepada Bank Artha Graha dan Bank Tabungan Negara akan segera dilunasi.

Simak laporan berikutnya bagaimana keterangan pihak penggugat perkara perdata ini. (bust)