Siapa Pengganti Ade Sarip Sekda Kota Bogor ?

264

berantasonline.com BOGOR

Walaupun batas waktu pendaftaran bakal calon (Balon) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor tinggal beberapa hari lagi, namun sebelas orang pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bogor yang digadang gadang memiliki peluang untuk merebut kursi panas itu, nampaknya masih malu malu kucing untuk mendaftarkan diri.

Padahal, beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat sudah mengumpulkan dan mendorong ke sebelas pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bogor yang dianggap berkompeten untuk menduduki jabatan orang nomor tiga di Kota Hujan itu, untuk segera mendaftarkan diri sebagai calon Sekda Kota Bogor.

Sebelas nama pejabat eselon II yang dinominasikan menjadi bakal calon Sekda Kota Bogor itu adalah, Asisten Pemerintahan Hanafi, Asisten Pembangunan Irwan Riyanto, Asisten Sosial Doddy Achadiyat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Anas Sabar Rasmana, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Denny Mulyadi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Agung Prihanto, Kepala Dinas Perhubungan Eko Prabowo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Firdaus, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Rachmawaty, Sekretaris DPRD Kota Bogor Boris Darurasman dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Heri Karnadi.

Lantas kenapa pula para kandidat ini nampak ragu untuk mendaftarkan diri kepada Panitia khusus (Pansus) sebagai calon Sekratris Daerah Kota Bogor.

Selidik punya selidik, ternyata mereka takut kalau kalau pimpinannya sudah mempersiapkan calon lain diluar lingkungan Pemerintah Kota Bogor sebagai Sekda Kota Bogor.

Asisten Pemerintahan Kota Bogor Irwan Riyanto, yang namanya masuk dalam bursa bakal calon Sekda Kota Bogor angkat bicara. “Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak ada minat untuk menjadi Sekretaris Daerah Kota Bogor, makanya saya nyatakan saya tidak akan mendaftarkan diri sebagai calon sekda” ungkapnya.

Ketika ditanya kehawatirannya ada calon lain diluar pejabat di lingkungan Pemda Kota Bogor, Irwan membenarkan hal itu, “Ya mungkin juga teman teman mempunyai pemikiran seperti itu. Yang akan memilih Sekda itu kan Walikota dan memang itu adalah haknya walikota untuk menentukan siapa yang akan mendampingi beliau sebagai sekda” ujar Irwan.

“Bisa saja hal itu terjadi (datang calon dari luar-red), karena open bidding ini kan dibenarkan oleh aturan, selama pejabat itu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, mau darimana pun juga pejabat itu mendaftar sah sah saja, dan kita kan tidak tahu walikota pilihannya akan jatuh kepada siapa dan beliau akan mempercayakan jabatan Sekda itu kepada siapa, tinggal kita saja yang harus lapang dada menerima kepercayaan itu” tegas Irwan.

(Ii S)