Seniman Depok Keluarkan Uneg Uneg Disela Pandemi

139

berantasonline.com (Depok)

Awalnya dari hanya sekedar curhat dari teman – teman seniman akhirnya timbul untuk mengajak mereka diskusi, saya sebagai seorang jurnalis yang mungkin mereka anggap bisa menjadi corong penguasa untuk menyampaikan keluhahan – keluhannya, akhirnya saya berinisiatif mengundang mereka melalui WA Group Gerakan Masyarakat Betawi ( GEMA BETAWI) saya undang teman – teman untuk ngopi bareng di salah satu kedai di Jln Tanah Baru – Depok.

Ternyata niat kami mendapat sambutan hangat dari teman-teman yang tergabung di Paguyuban Gerakan Masyarakat Betawi yang di ketuai Boy Mursalih

Akhirnya kami kumpul bareng di Kedai Nduy, Jln Tanah Baru, Depok dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan.

Mereka terdiri dari para pendekar Betawi dari berbagai aliran dan seniman Gambang Kromong, Kosim Balaga yang terkenal dengan Banglemin group yang video – videonya sudah banyak dikenal beredar di YouTube.

Dan kami juga dikunjungi utusan dari salah satu partai terbesar di kota Depok yang katanya siap menampung dan meneruskan harapan – harapan para seniman kota Depok.

Kami menanyakan kondisi bangunan yang menurut rencana diperuntukkan gedung serba guna kesenian Kota Depok yang berada dilokasi Jalan Abdul Wahab, Rt.001/03, Kecamatan Sawangan, Depok.

Sejak era Walikota dijabat Nurmahmudi periode tahun 2004 – 2009, dan Nurmahmudi menjabat kembali periode : tahun 2009 – 2014 juga tidak ada perkembangan kelanjutannya, hingga sekarang.

Dan mereka juga berharap budaya Betawi dapat dimunculkan dalam kegiatan apapun, baik dalam persepsi pernikahan budaya Betawi agar dapat dipertunjukan. Seperti Palang Pintu, Rembut Dandang, Rampak Beduk 12 dan beberapa kegiatan lainnya. Dia tidak ingin perhatian Pemkot Depok hanya bersifat seremonial, namun harus tetap konsisten.

“Konsistensi perhatian Pemkot Depok sangat diperlukan guna menjaga kelestarian dan kearifan lokal.”

(Achmad Hudori)