Sengketa tanah di Pandeglang, satu lokasi ada 2 Sertifikat

284

berantasonline.com (Pandeglang Banten) – Sengketa tanah yang berkepanjangan antara pihak ahli waris UDJEN bin ATJUK dengan Drs. Rusandi Suryadi Alam. M. Si yang berlokasi di wilayah Desa kaung caang kecamatan cadasari Kabupaten Pandeglang Banten semakin memanas pasalnya kedua pihak masing masing memiliki buku sertifikat dengan lokasi yang sama juga,
Dalam buku sertifikat tanah hak milik ahli waris UDJEN bin ATJUK yang di buat pada tanggal 1/4/2 01 4 surat ukur tanggal 10/03/2014 No. 04 desa kaung caang /2014 luas 22804 M2 yang di tandatangani serta stempel BPN kepala kantor pertanahan Kabupaten Pandeglang, H. ADANG WIJAYA. SH. MM nomor induk pegawai (NIP) 196205311992031002.
Dan buku sertifikat hak milik atas nama, Drs. Rusandi Suryadi Alam. M. Si. Di buat pada tanggal 19/01/2016 surat ukur tanggal 11/03/2015 nomor 00015/Desa kaung caang /2015. Luas 20.671 M2 di tanda tangani oleh kepala kantor BPN Pandeglang yang sama. H. Adang wijaya. SH. MM akan tetapi ada perbedaan pada nomor NIP. 196106041983031028.
Menyikapi hal ini Ketua umum Llaskar pendekar Banten sejati (LAPBAS),  H. TB. Endang S,  kepada wartawan di lokasi sengketa menyatakan bahwa dirinya hadir di lokasi atas permohonan bantuan untuk mendampingi pihak ahli waris UDJEN bin ATJUK untuk membantu keamanan jalannya musyawarah perselisihan sengketa tanah antara kedua belah pihak.

Aparat siaga dilokasi sengketa

Menurut H.  TB. Endang bawa pihak ahli waris UDJEN bin ATJUK beserta LAPBAS tidak ada urusan dengan pihak yayasan dan warga sekitar, hanya berurusan dengan Drs. Rusandi yang menjual kepada pihak yayasan, sehingga yayasan pun menjadi korban. Jelasnya.
Di sisi lain Reja dari pihak yayasan menerima menjadi korban tanah yang di belinya, sementara ini, seluas 1600 M2 yang sekarang sedang di bangun sarana pendidikan. Untuk itu meminta kepada ahli waris UDJEN bin ATJUK, melalui ketua umum LAPBAS BANTEN. H. TB. ENDANG. S. agar dapat di selesaikan masalah ini secara HUKUM. ungkapnya secara bersama sama di dampingi pihak keamanan dari kepolisian jajaran polres Pandeglang 4/2/18.
Namun dari pihak Drs. Rusandi sampai sore hari minggu 4/2/18 tidak kunjung datang, sehingga pematokan pelang pun di lakukan oleh pihak ahli waris UDJEN bin ATJUK di saksikan pihak yayasan dan jajaran kepolisian polsek cadasari dan polres Pandeglang. (rais)