Sempat Disebut Korban Begal Motor, Siswa SMA YPHB Ternyata Korban Pembunuhan Berencana

26679

berantasonline.com (Bogor) – Raihan Ilham Febriansyah (18), Siswa SMA Yayasan Persaudaraan Haji Bogor (YPHB) ternyata bukan korban begal melainkan korban pembunuhan berencana.

Hal tersebut terungkap dari keterangan saksi kunci teman korban yang  bernana Sidik setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Satreskrim Polsek Tanah Sareal Kota Bogor.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Raihan Febriansyah mengalami luka-luka akibat sabetan celurit oleh komplotan orang tak dikenal di seputaran Jl. Jenderal Ahmad Yani dekat SMPN 8 Kota Bogor.

Sebagaimana informasi awal  yang diterima keluarganya, korban Raihan dan kawan-kawan bermaksud pulang kerumah usai Nonton Bareng (Nobar)  Piala dunia di Bogor Permai Jalan Sudirman Bogor.

Namun ternyata informasi tersebut tidak benar. Sidik yang semula menyatakan bahwa mereka dihadang oleh begal akhirnya  ‘bernyanyi’ di Kantor Polisi bahwa sebenarnya tanpa sepengetahuan korban sengaja dikondisikan untuk diadu dengan orang tertentu hingga luka-luka terkena bacokan senjata tajam.

Polisi bergerak cepat mengungkap kasus kriminal tersebut atas perintah Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya, menurunkan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Bogor Kota bersama Tim Leon dan Petugas Polsek Tanah Sareal.

Almarhum Raihan,  korban yang mengalami sabetan clurit tersebut akhirnya meninggal dunia, Minggu sore (15/7) Pkl 17.05 Wib, akibat menderita luka  luka yang cukup parah pada bagian punggung.

Ratusan teman-teman korban siswa SMA YPHB datang melayat korban bersama Ketua Yayasan YPHB HM. Sahri BA, mereka memenuhi Ruang Perawatan RSU PMI Bogor.

Semula Petugas Polsek Tanah Sareal kesulitan mengumpulkan informasi di RS PMI Bogor, Kanit Intelkam Polsek Tanah Sareal AKP H. Mukri SH sempat berang kepada petugas security PMI karena mereka tidak mencatat adanya penyerahan korban oleh teman-temannya sekitar Pukul 24.30 dinihari (15/7).

“Dua petugas security yang jaga waktu itu yakni Ajat dan Ridwan, tidak mencatat nama-nama mereka yang menyerahkan korban ke UGS RS PMI, sehingga petugas piket pagi hari tidak tahu menahu”, ujarnya.

Barulah terkuak setelah orangtua Raihan menceritakan yang membawa korban ke RS PMI adalah Sidik yang mengakui dirinya yang membonceng korban ke RSU PMI, kemudian berdongeng bahwa mereka korban begal.

Walikota Bogor Bima Arya yang datang menjenguk korban dirumah duka pada malam harinya di Jl. Panghulu Jaya No. 10 Kelurahan Ciamahpar Bogor Utara yang diantar oleh Camat Bogor Utara mengatakan bahwa kasus ini harus diungkap secara tuntas agak tegaknya hukum dan keadilan.

” ini perbuatan biadab,  harus menjadi pembelajaran dan agar tegaknya hukum saya minta aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas para pelakunya”,  tegas walikota Bima Arya.

Diperoleh informasi, jenazah Raihan Ilham Febriansyah akan dikebumikan di TPU Cimahpar, Senin pagi (16/6) Pkl 10.00 wib, karena menunggu tibanya keluarga dari Pesisir Barat Krui Lampung.

(red.1)