SEMMI Tuntut PDAM Tirta Kahuripan Agar Terbuka Dalam Pengelolaan Anggaran

88

berantasonline.com (BOGOR) – Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Selasa 06/11.

Ketua Umum SEMMI Cabang Bogor Rizqi Fathul Hakim mengatakan, “dalam aksi ini kami SEMMI meminta kepada PDAM Tirta Kahuripan untuk terbuka kepada masyarakat dalam penggunaan anggaran dan dana proyek – proyek yang hari ini dalam pemeriksaan pihak Polres Bogor. Artinya jika nanti terbukti adanya penyimpangan, siapapun oknum – oknum yang terlibat harus di hukum sesuai hukum negara ini,” ungkap Rizqi usai aksi unjuk rasa kepada awak media.

“Ya Sesuai dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik yang menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan informasi publik. Oleh karena itu dengan adanya pemeriksaan dari Kepolisian, sudah jelas ada indikasi oknum pejabat di PDAM yang bermain – main dengan anggaran dan proyek – proyek. Ini yang harus diungkap oleh penegak hukum, dalam hal ini Polres Bogor”, imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator aksi Fajar Hayatul Muttaqien mengatakan, “Polres Bogor telah melakukan pemeriksaan terhadap jajaran PDAM Kabupaten Bogor terkait dugaan penyimpangan anggaran PDAM tahun 2017 dan dugaan proyek-proyek ilegal PDAM yang mekanisme pelaksanaannya dilakukan tanpa proses lelang, PDAM harus terbuka kepada masyarakat, jangan ditutup – tutupi,” terang Fajar.

” Artinya siapapun oknum koruptornya, jangan pernah merasa kuat, merasa hebat, apalagi merasa kebal hukum. Karena dalam itu ada azas equality before of law, setiap orang sama dihadapan hukum, mau dia Bupati, mau dia Direktur, atau siapapun itu sama dihadapan hukum.”

Kata Fajar, kami menghormati proses hukum yang ada, tapi akan akan terus melakukan unjuk rasa agar proses hukum ini terus berjalan. Fiat Justitia, Fiat Justitia, Etperiat Mundus,” tegasnya.

Ditempat berbeda Kasi Humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Agus Riyanto mengatakan,” jajaran Direksi tidak bisa menemui para pengunjuk rasa karena sedang ada rapat, dan juga karena kemarin ini sudah beraudensi dengan Direktur,” terangnya.

” Ya kemarin ini sudah duduk bersama dalam audensi, jadi sudah ada dialog bersama dengan rekan – rekan SEMMI.”

Terkait dugaan kasus yang sedang dalam pemeriksaan Polres Bogor, Agus mengatakan, proses berjalan saja, pihak PDAM akan koperatif dan mengikuti prosedur hukum yang ada,” tutupnya.

(DG79)