Selamatkan Akidah, “Kapal” Nasuha Langsung Berjaya

24

JAKARTA – BERANTAS

Kabar retaknya perkumpulan masyarakat yang anti perbuatan makan riba di wilayah Jabodetabek, benar-benar terbukti.

Sebagian besar anggota perkumpulan di Jabodetabek tersebut membentuk wadah organisasi dakwah sendiri, bernama Komunitas Nasuha.

“Nama Nasuha, diambil dari surat At Tahrim ayat 8” kata H. Farhan Mauludi, Lc, Dewan Syuro Organisasi Dakwah yang baru dibentuk ini.

Ustadz yang juga alumni universitas ternama di Kota Madinah ini, kemudian menerjemahkan ayat tersebut diatas, “Wahai orang-orang yang beriman!. Bertobatlah kepada Allah dengan tobat nasuha (tobat yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan- kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu””. (QS. Attahrim : 8)

Sekitar 30 orang pengurus dan pegiat asal perkumpulan anti riba, di wilayah Jabodetabek ini adalah mereka yang keluar dari organisasi sebelumnya, karena berbeda akidah dan haluan.

“Bila ada orang, oknum atau kelompok yang tidak sejalan dengan organisasi baru kita ini, jawablah dengan santun dan baik. Nasuha ini akidahnya Ahlus sunah wal jamaah. Ada orang NU disini, orang Muhamadiyah, Persis, Salafi dan sebagainya, tapi HTI tidak ada” papar Haerul, Ketua PP Nasuha, saat mengawali gelaran musyawarah satu bulan kepengurusan berjalan ini.

Kegiatan yang juga dalam rangka menjaga dan meningkatkan aqidah ini digelar di Sekretariat Nasuha Jl. Rawamangun Muka Selatan No 11, Pulogadung, Jakarta Timur.

Hadir juga, dalam musyawarah pengurus tersebut, Bambang Sumantoro, Ketua Dewan Syuro Pengurus Pusat (PP) Nasuha.

“Nasuha ini ibarat Kapal Nabi Nuh, yang siap menyelamatkan orang orang yang beriman dan bertakwa hanya kepada Alloh dan RasulNya, serta menjaga Akidah Ahlus Sunah Waljamaah” tegas Bambang Sumantoro, Pengusaha yang sudah bebas dari riba.

Acara yang juga sebagai koordinasi antar pengurus ini, digelar dengan mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat musyawarah.

Yang menarik, saat Ustadz H. Farhan Mauludi, Lc memberikan ceramah di sesi acara inti. Materinya adalah Fundamental Aqidah.

“Akidah Islam itu, tercermin dalam rukun Iman, yaitu iman kepada Allah, Malaikat Alloh, Rasul Alloh, Kitab Alloh, Hari Akhir, Qadha’ dan Qadar.” Papar Ustadz H. Farhan Mauludi, Lc.

“Jauhnya jarak hidup umat Islam saat ini dengan fase Rosululloh saw, membuat informasi banyak yang tidak benar, kecuali orang orang yang selalu merujuk kepada Alqur’an, hadits, para sahabat, ijma para ulama dan Qiyas” tambah Ustadz Farhan Mauludi, Lc yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mantab Jakarta Timur.

Dalam hal meyakini akidah ini, lanjut Ustadz Farhan, seorang muslim tidak boleh asal yakin sesuai akal fikir sendiri, semua itu ada tuntunannya, bila akidah asal masuk akal saja, bisa sesat kita di dunia dan akhirat, lanjutnya.

Progress organisasinya juga cepat, dalam satu bulan ini, para pengurus dan pegiatnya sudah menghasilkan beberapa program, mereka gerak cepat, antara lain :

Sudah menerbitkan buku putih Nasuha Lunas Utang Hidup Bahagia 5.000 eksemplar, memproduksi Podcast Dakwah dengan title Ngobras Nasuha untuk konten di Youtube, Kajian online ba’da subuh, membuat Ringtone Nasuha, menggelar acara acara offline Temu Sahabat Nasuha, Offline Tahsin Tahfidz, Offline Bulughul Maram, Offline Kaidah Hadis.

Yang paling dirasakan masyarakat adalah program Sedekah Air Minum Gratis Nasuha Care, program air minum gratis dengan layanan swalayan, berapa galonpun, masyarakat bisa mengisinya di depan Sekretariat Nasuha Care Rawamangun Jakarta.

“Setiap harinya, bisa melayani 500 hingga 700 galon masyarakat yang membutuhkan air minum, dan itu gratis, program ini akan kita buat nasional. Agar masyarakat merasakan kehadiran Nasuha” tutup Haerul yang juga Pengusaha yang sudah bebas dari utangnya 58 Milyar dalam waktu cepat, 8 bulan!. (Red.1)