Sekda Kabupaten Sukabumi Terima Perwakilan FPHI Untuk Lakukan Mediasi

48

berantasonline.com (Sukabumi) – FPHI (Front Pembela Honorer Indonesia) kembali melakukan aksi, 10 orang perwakilan dari mereka diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri bersama unsur Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk melakukan mediasi di Gedung Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/09).

Dalam mediasinya ketua FPHI Suherman menyampaikan 3 tuntutan:

1. Diberikan Surat dan Penugasan sebagai guru dan tenaga kependidikan tidak tetap dari Pemerintah Daerah;
2. Diberikan penghasilan yang pantas dan memadai yang dianggarkan dalam APBD 2019;
3. Diberikan jaminan kesehatan yang dianggarkan dari APBD 2019.

Sementara itu, dalam mediasinya Sekda meyampaikan bahwa pertemuan hari ini untuk mencarikan solusi yang terbaik dan aman bagi semuanya.

Setelah melakukan mediasi yang cukup alot, akhirnya kedua belah pihak mencapai kata sepakat.

Hasil mediasi yang diwakili oleh 10 perwakilan Guru Honorer disampaikan langsung oleh Sekda dihadapan seluruh Guru Honorer yang hadir didepan Gedung Dinsos Cisaat.

“Atas nama Pemerintah Daerah mewakili Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa kami dengan teman-teman dari Perangkat Daerah telah menyepakati beberapa hal dalam mediasi. Untuk surat penugasan, Alhamdulillah sebelumnya Dinas Pendidikan sudah melakukan upaya dari jauh-jauh hari, dan Insha’Allah Pemerintah Daerah berdasarkan Permendikbud nomor 1 akan memberikan surat penugasan dan petikan paling lambat tanggal 3 Oktober 2018, bisa disampaikan secara simbolis saat hari jadi Kabupaten Sukabumi. Pada saat acara Sukabumi Award akan kami berikan kepada perwakilan teman-teman honorer semuanya yaitu petikan surat penugasan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi”, jelas Sekda saat menyampaikan hasil mediasi.

Pernyataan Sekda tersebut disambut dengan suka cita dan merasa puas dengan mengucap Alhamdulillah dan Sujud Syukur oleh seluruh guru honor yang hadir ditempat tersebut.

Usai menyampaikan hasil mediasi, Sekda menjelaskan bahwa sebetulnya ini ada sebuah Miss informasi, Sekda mengaku Pemerintah Daerah sebetulnya telah mengeluarkan Surat Perintah Tugas bagi guru honor beberapa waktu lalu, namun petikan dari Surat Keputusan tersebut belum disampaikan.

“Sebetulnya kita sudah melakukan apa yang diinginkan oleh mereka itu, Pak Kadis sudah mengambil sikap beberapa waktu yang lalu hanya mungkin petikannya belum disampaikan”, jelasnya.

Terkait peningkatan kesejahteraan Sekda akan coba mempelajari dari sisi potensi APBD.

“Yang jelas political willnya sudah ada, Kita akan bahas ke forum dengan legislatif termasuk jaminan kesehatannya, Insha’Allah akan kita perhatikan, yang penting ketika mereka sakit bisa terlindungi misalnya oleh JAMKESDA atau BPJS”, pungkasnya.

Dengan hasil kesepakatan mediasi yang telah diterima, masa guru honor membubarkan diri, mereka berjanji terhitung hari ini, maka aksi mogok mengajar Guru Honor Kabupaten Sukabumi dicabut, kegiatan belajar mengajar kembali akan dilakukan seperti biasa mulai besok Rabu (26/09).

(Riswan/Ebi)