Satreskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Pencurian Ikan Arwana Bernilai Puluhan Miliar

69

berantasonline.com (Bogor)

Mengkhianati kepercayaan sang majikan, dua orang karyawan ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian ikan arwana jenis super red bernilai miliaran rupiah.

Kapolres Bogor AKBP Harun SIK, SH, kepada wartawan, Selasa (27/7) mengatakan, kedua tersangka yang berhasil diamankan yaitu UG (30) yang tak lain adalah karyawan budidaya ikan hias tersebut, bersama rekannya ES (29).

Sementara dua tersangka lain sudah diketahui polisi identitasnya WH dan UY masih buron, masuk dalam DPO Satreskrim Polres Bogor.

Tersangka UG (30), merupakan karyawan yang juga merupakan orang kepercayaan KE (68) pemilik budidaya ikan arwana yang berlokasi di Kp Pajeleran, Cibinong, Bogor.

Dikatakan, kejadian tersebut berawal dari kecurigaan pemilik budidaya ikan arwana tersebut, jumlah ikan arwana miliknya terlihat berkurang, lalu sang majikan mencoba memancing ikan dan dengan cara melempari rumput ke kolam agar ikan muncul ke permukaan, namun hanya mendapati sedikit yang bermunculan.

Dengan demikian, sang majikan curiga, kemudian pemilik mencoba memastikan kembali dengan memeriksa ke dalam kolam miliknya, ia mendapati ikan arwananya tersisa beberapa ekor saja.

Puncak kecurigaan, kata Kapolres, muncul disaat salah satu karyawan yang sudah lama bekerja dengannya pamit untuk keluar dari tempat ia bekerja. Atas kecurigaannya KE melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Polres Bogor yang menerima laporan atas kejadian langsung melakukan penyelidikan. Sat Reskrim Polres Bogor mengetahui terdapat 4 orang tersangka dalam pencurian ikan arwana yaitu, G, ES, WH dan UY.

Pengungkapan yang kita lakukan terhadap kasus pencurian ikan arwana super red ini terungkap bahwa para tersangka ini telah melancarkan aksinya sejak akhir tahun 2019 , para tersangka berhasil mengambil kurang lebih sebanyak 400 ekor arwana berjenis super red.

Dalam melancarkan aksinya tersangka UG dibantu oleh dua orang saudaranya yaitu WH (DPO) dan UY (DPO), kemudian ikan arwana hasil kejahatan itu dijual kepada penadah yaitu ES. Akibat pencurian ini korban KE pun ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 24 milyar.

“Dua tersangka yang berhasil kita amankan ini akan dikenakan pasal yang berbeda yaitu UG akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sementara tersangka ES akan kita jerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara”, ujar Kapolres.

(Sam/Humas Polres)