SATPOL PP PESISIR BARAT AMANKAN 5 PELAJAR MABUK LEM DAN MIRAS DI PANTAI

276

berantasonline.com (Pesisir Barat)— Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pesisir Barat, melaksanakan razia dan penertiban pelajar yang sedang mabuk lem aibon dan minuman keras jenis vigour dilokasi wisata pantai Kecamatan Pesisir Tengah pada Selasa (11/12).

Petugas dari satpol PP Pesisir Barat, mendapati tiga pelajar sedang mabuk lem di pantai seray kecamatan Pesisir Tengah, pada jam sekolah. Ketiga siswa tersebut merupakan siswa di sekolah lanjutan atas di kecamatan Pesisir Tengah berinisial DR dari Pekon Laay kecamatan Karya Penggawa, MI dari Way Beluah kecamatan pesisir utara, dan F berasal dari pugung Kota Karang.

Ketiga pelajar tersebut ditangkap oleh petugas-petugas satpol PP Pesisir barat  sedang dalam kondisi mabuk lem.

Sementara di lokasi terpisah yaitu di sekitar lokasi wisata pantai Walur, anggota dari satpol pp kabupaten Pesisir Barat, juga menangkap dan menertibkan dua pelajar yang sedang mabuk minuman keras jenis vigour,  inisial J dari pekon Way Redak dan R dari pekon padang Haluan kecamatan pesisir Krui Selatan.

Kasat pol PP kabupaten Pesisir barat  Syaikhul Anwar saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan perihal penertiban 5 orang pelajar yang sedang mabuk lem dan minuman keras di beberapa lokasi pantai wisata, untuk selanjutnya pihak satuan polisi pamong praja Pesisir Barat menyerahkan para siswa ke pihak sekolah  setelah diberikan pembinaan dan  pengarahan kepada para siswa yang terjaring razia.

Kasat Pol PP Kab Pesisir Barat, Syaikhul Anwar.

Syaikhul berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar bisa bersama sama dalam melakukukan  dan pembinaan mental serta pengawasan perilaku para pelajar dan generasi muda di  Pesisir Barat, karena pihak sekolah ataupun satpol pp tidak mungkin bisa memantau dan mengawasi para pelajar dan generasi muda Pesisir Barat secara terus menerus .

“Karena masih banyak pelanggaran pelangaran lain, seperti contoh perbuatan cabul yang terjadi diperkebunan sawit di wilayah Karya penggawa beberapa waktu lalu yang juga dilakukan pelajar dan masih banyak lagi kasus lain”, jelasnya.

Kasat mengatakan, sangat penting dalam mengawasi perilaku pelajar dan generasi muda di Pesisir Barat, karena menurutnya masa depan kabupaten berjuluk negeri para Sai Bathin dan ulama tersebut ada di tangan generasi mudanya, yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan di masa akan datang.

“Menjadi kewajiban kita semua untuk mengawasi dan mengarahkan perilaku generasi muda kita”,  jelas Syaikhul.

(Benk)