Rotasi PPT Sumenep Abaikan Rekomendasi, AKSN Ancam Lapor Presiden

58

Asisten Komosioner KASN, Kukuh Heruyanto

berantasonline.com (Sumenep) – Hiruk pikuk atau polemik persoalanan mutasi/rotasi Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) tertanggal 25 April 2019 lalu, di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa timur, belum berakhir dan tentu saja masih menyisakan teka teki panjang di masyrakat. Informasi terkini polemik mutasi/rotasi tersebut saat ini sudah ditangan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Polemic atau perdebatan sengit dan panjanga di masyarakat, terdengar kabar mengejutkan pihak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengeluarkan satatemen atau narasi yang mengancam akan melaporkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kepada Presiden jika rokomendasi dari KASN tidak dijalankan. Pernyataan terebut dilontarkan oleh Asisten Komisioner (Askom) Kukuh Heruyanto KASN ketika dihubungi awak media dan pegiat sosial Herman Wahyudi, SH, yang juga sebagai pelapor/pengadu/pelapor dugaan ketidak beresan mutasi/rotasi PPT/JPT tertanggal 25 April 2019 lalu.

Kata Herman, Kukuh Heruyanto, melalui pesan WhatsApp nya mengatakan bahwa rekomendasi KASN sudah sesuai regulasi. “Rekomendasi kami sudah sesuai regulasi dan pemkab sumenep mulai bergerak melaksanakan rekomendasi kami,” demikian kata Herman, membacakan pesan WhatsApp dari Kukuh Heruyanto saat dihubungi di Kantornya Jl. Punggir Papapas Selasa 19/11/2019.

Imbuh Herman, yang masih menyampaikan pesan WA dari Kukuh Heruyanto bahwa KASN tidak ingin membuat suasana gaduh. “Namun jika nanti mereka (Pemkab Sumenep.red) tidak melaksanakan rekom tersebut pihak KASN akan melaporkan ke Presiden,” jelasnya menyamapaikan pesan Kukuh Heruyanto kepada awak media.

Dikonfermasi awak media via telepon genggamnya Asisten Komosioner KASN, Kukuh Heruyanto membenarkan jika pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi tersebut. “Kami sudah kamiberi rekom ke Pemkab Sumenep, pastinya sudah kami sudah menyampaikan rekom yang sesuai dengan regulasi saja pak,” terangngnya.

Namun sayangnya meskipun mengaku sudah mengelurkan rekom tapi, Kukuh panggilan akrab dari Asisten Komisioner (Askom) KASN ini belum bisa memberikan bocoran terkait rekom yang dikeluarakan oleh pihak KASN itu seperti apa..? Apakah rekom pembantalan terhadap mutasi/rotasi tanggal 25 April 2019..? Kukuh beralasan karena pihaknya masih akan melaporkan dulu ke pimpinannya.

“Maaf, saya masih mohon ijin terlebih dahulu atau akan kami laporkan kepemimpinan, kami hawatir ini masuk pada ranah atau sesuatu yanag dirahasiakan. Namun yang pasti dan jelas perlu diinformasikan bahwa rekom tersebut sudah sesuai dengan regulasi,” tegasnya.

Saat disinggung bukaankah persoalan bukan bentuk rahasia publik? Kukuh hanya menjawab. “Yah memang bertul pak tapi kami hanya menghindari suasana takut terjadi gaduh. Tapi yang jelas Pemkab Sumenep sendiri sudah menjalankan rekom kami pak, tunggu aja pak, tapi ya Insyaallah terwujud lah pak apa yang diharapkan,” tuturnya seperti memberi harapan baik kepada sejumlah awak media dan namun demikian Kukuh tetap pada pendiriannya, bersikukuk meski didesak dengan segalah cara, pihaknya belum bisa menyampaikan rekomendasi kongkrit seperti apa dan kapan rekom itu dikirim ke Sumenep? “Maaf kami tidak bisa menyampaikannya dan soal tanggal berapa? Maaf kami lupa,” katanya berkilah.

Ditanya, apakah soal rekom yang bakal sedang akan turun akan berakibat pada rotasi mutasi/rutasi tanggal 25 April 2019 kenarin? Seperti contoh kasus yang dialamai oleh Jember dengan pembatalan yang di keluarkan oleh KASN..? “Kami selalu sejalan dengan regulasi dan mohon maaf kami tidak biasa ter expos kemana-mana itu dan akan jadi gaduh nanti semuanya gitu pak tunggu aja pak,” terangnya berdiplomasi.

Dikonfermasi Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Abd Majid ditanya tentang bagaimana tindak lanjut Rekomendasi dari KASN tentang mutasi/rotasi tertanggal 25 April 2019.? Pihaknya mengaku belum menerima. “Maaf, saya belum menerima mungkin terlambat datangnya karena dikirim via post sabar aja kita tunggu,” katanya pendek. (MAM)