Ricuh Aksi Ribuan Mahasiswa di Kantor DPRD Pamekasan Disambut Gas Air Mata

42

berantasonline.com (MADURA)

Ribuan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kabupaten Pamekasan gelar aksi demonstrasi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jum’at (27/9/2019).

Dari hasil pantauan awak media dilapangan bahwasanya massa aksi stand dari Monomen Arek Lancor menuju kantor DPRD.

Adapun salah satu yang tertera dalam tulisan mereka menuntut
“Tolak Revisi UU KPK”, “Masa Depan Kontol Gue Terancam RUU KUHP”,

Di awal demo berlangsung dengan damai, tapi selang tiga puluh menit kemudian ricuh hingga aparat kepolisian melepas tembakan gas air mata dan menyemprot air ke massa aksi melalui water canon dan para demonstrasi tidak tinggal diam tapi melempar berupa batu, botol air dan barupa barang lainnya terhadap aparat keamanan serta lemparan tersebut diarahkan ke kantor DPRD dan kantor Bupati.

Dalam hal ini Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian tadi sudah berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami telah melakukan lobi terhadap para peserta aksi, namun mereka tidak menghiraukan hingga melakukan hal-hal anarkis, dengan terpaksa kami harus melakukan tindakan. Melepas gas air mata merupakan bagian dari cara untuk menghentikan kericuhan di Kantor DPRD,” jelas Teguh.

Sementara itu, banyak fasilitas negara yang rusak akibat aksi yang ricuh tersebut, seperti Pot bunga yang berjejer di pinggir jalan dan lain-lain.

Para Demonstrasi menyampaikan beberapa tuntutan;

1. Mendesak pemerintah untuk
menolak RUU sistem Budidaya
Pertanian Berkelanjutan
2. Usut tuntas permasalahan
KARTHUTLA
3. Usut tuntas pelanggaran HAM
4. Menentang UU Pertahanan
5. Menolak Dwi Fungsi Polri dan
Militer

6. Mendesak Pmerintah
membatalkan UU KPK dan
merivisi UU KPK yang sudah ada
7. Menolak RKUHP

(Hry)