Ribuan Petani Tanjung Jabung Barat Demo Di Kantor Gubernur Jambi Menuntut Lahan 4.200 Hektar

165

berantasonline.com (Jambi) – Tidak kurang dari 1.500 petani dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat demo dengan melakukan orasi di kantor Gubernur Jambi, Rabu (09/05) sejak puku 09.30 WIB.

Ribuan petani dari Tajung Jabung Barat itu berasal dari Desa Sungai Paur, Tanah Tumbuh, Lampisi,Sungai Rotan dan Desa Cinta Dame. Mereka menuntut hak atas tanah 4.200 Ha, agar Menteri KLH merevisi SK No. 690/MENLHK/SETJEN/PLA.2/12/2017.

Nikson Damanik Ketua serikat petani bersatu Tanjung Jabung Barat mengatakan, meminta agar pemerintah Pusat memberi pengakuan atas hak lahan dan menghilangkan prinsip diskriminasi, intimidasi terhadap buruh, mahasiswa dan aktivis yang memperjuangkan reforma agraria.

Mereka juga menuntut agar koperasi tani sawit Ketalu yang menyerobot lahan diproses secara hukum. Dalam orasinya ribuan petani juga meminta agar stop monopoli lahan perkebunan, ujar Nikson Damanik.

Dikatakan, para petani itu tergabung dalam KPA (konsorsium pembaruan agraria), SPB (serikat petani bersatu), STT (serikat tani tebu) dan PPJ (persatuan petani Jambi) termasuk juga LMND (liga mahasiswa nasional demokrat).

Kedatangan para petani yang demo ke kantor Gubernur Jambi menggunakan 30 mobil truk, pik up dan mobil pribadi itu beangkat dari pukul 02.00 dini hari, sebelum melakukan aksi demo paginya santai sambil ngopi di depan halaman kantor Gubernur Jambi.

Tak lama kemudian merekamelakukan orasi dengan tertib selama 150 menit dikawal pihak kepolisian, TNI dan Pol PP Pemda Jambi serta aparat dinas instansi terkait. Perwakilan petani diterima dan dipersilakan masuk ke ruangan Gubernur Jambi.Mereka meminta agar Gubernur menyampaikan tuntutan itu ke pemerintah pusat supaya meninjau kembali SK menteri LHK. (PM /sam)