Replika Kapal Belanda De Berouw Diluncurkan

105
foto:net

berantasonline.com (Bandar Lampung) – Reflika Kapal Belanda De Brouw yang terlempar ke hulu Sungai Kuripan Bandar Lampung saat Gunung Krakatau meletus 27 Agustus 1883 yang diberi nama Kapal Samudra Krakatau, Rabu (7/2) diluncurkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Bari menjelaskan pembuatan kapal itu merupakan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) Bank Lampung untuk kepentingan pariwisata. Hal itu sejalan dengan program Pemprov yanag terus menggalakkan sektor pariwisata. “Kapal ini akan dikelola oleh masyarakat agar hasilnya dirasakan oleh mereka kata Bachtiar pada peluncuran kapal Samudra Krakatau di Bandar Lampung Rabu (7/2).

Dikatakan kemajuan periwisata dinilai belum banyak berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat disekitarnya. Selama ini masyarakat hanya sekedar menjual makanan dan jasa transportasi. Mereka belum menciptakan produk yang punya nilai tambah.
“Selain itu belum banyak pemandu wisata yang mampu menjelaskan cerita legenda atau sejarah tentang lokasi pariwisata. Padahal itu seharusnya menjadi nilai tambah untuk meraup hasil tambahan”, ujar Wakil Gubernur.

“Pengunjung hanya datanag membuang sampah lalu pulang. Namun, tidak ada souvenir yang dibeli dari dari lokasi pariwisata yang dikunjungi. Mereka juga tidak mendapatkan informasi sejarah atau legenda menarik dari tempat yang di kunjungi”, katanya.
Sementara itu Ketua Yayasan Pilar Krakatau yang juga menjadi desainer kapal Muhammad Habibie mengatakan kapal ini merupakan replika kapal De Broeuw milik Belanda yang dibuat ulang dan dimodifikasi untuk kepentingan pariwisata. Pembuatan kapal itu berlangsung selama empat bulan dan melibatkan tujuh orang pembuat kapal.

Ketua Kelompok Masyarakat Sadar Wisata yang juga pengelola Kapal Samudra Krakatau Suhendi mengatakan, pihaknya akan mengemas perjalanan kapal ini melalui paket perjalanan ke sejumlah pulau antara lain Pahawang, Wayang, Kiluan, dan Krakatau, saat ini pihaknya sedang mengkaji penyewaan kapal.

Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni mengatakan penyerahan CSR (Corporet Social Responsbility) merupakan bentuk komitmen darei Pemprov Lampung untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Lampung. Semua yang terlibat dalam pembuatan kapal dari hulu ke hilir, mulai dari bahan kayu, tenaga kerja hingga promosi, berasal dari Lampung dan akan memasarkan pootensi bahari Lampung”, kata Eria Desomsoni memberi penjelasan. (Zawardi/Bambang Irawan)