PVMBG Rekomendasikan Pemkab Sukabumi Merelokasi Masyarakat Nyalindung dan Gegerbitung

12

berantasonline.com (Sukabumi) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat terdampak gerakan tanah di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung untuk direlokasi.

Pasalnya, dua daerah yang terkena bencana itu, potensi pergerakan tanahnya dalam kategori menengah sampai tinggi. “Dalam kategori ini, bisa terjadi pergerakan tanah ketika curah hujan tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya relokasi,” ujar Perekayasa Madya PVMBG Imam Santosa saat audiensi bersama Plh Bupati Sukabumi Zainul S di Pendopo, Rabu (17/02/2021).

Menurutnya, lahan milik PTPN VIII yang direkomendasikan untuk relokasi, relatif laik. Meskipun ada syarat ketika membangun pemukiman. “Lokasi yang dijadikan pemukiman harus jauh dari lereng. Selain itu, konstruksi rumahpun harus ringan. Sebenarnya, rumah panggung relatif tahan pergeseran tanah,” ucapnya.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor Indra G mengatakan, curah hujan saat ini masih tinggi. Hal itu hampir merata di Jawa. “Maret pun diprediksi curah hujan masih tinggi. Hal ini harus menjadi perhatian bagi daerah pergerakan tanah,” imbuhnya.

Plh Bupati Sukabumi Zainul S mengatakan, hasil kajian terkait pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung akan dijadikan acuan, agar tidak salah tempat ketika merelokasi masyarakat terdampak bencana. “Jangan sampai salah merelokasi. Hasil kajian ini, harus dijadikan acuan semua pihak,” tegasnya.

Selain itu, ketika semua sepakat dengan relokasi, Dinas terkait harus menata sebaik mungkin pemukiman yang akan ditinggali masyarakat tersebut.

Tak hanya itu, masyarakat tidak perlu takut kehilangan lahan. Sebab, lahan di lokasi pergerakan tanah tetap menjadi milik warga. Meskipun mereka telah direlokasi. “Tanahnya tetap milik warga. Namun di lokasi pergerakan tanah, jangan dibangun rumah. Kalau lahannya diolah untuk bercocok tanam silahkan,” pungkasnya.

(Alex)