PT. WUS Sumenep Enggan Umumkan Neraca Keuangan

96

Madura, BERANTAS

PT. Wira Usaha Sumekar (WUS) digugat warga Sumenep utuk umumkan perolehan bagi hasil migas untuk Kabupaten Sumenep.

Pasalnya sejak tahun 1917 hingga 2020, bagi hasil migas dalam bentuk uang dolar itu tidak diumumkan oleh PT WUS selaku perusahaan daerah yang dipercaya mengelola bagi hasil migas yang ada di Sumenep.

“Sebagai perusahaan milik dearah, PT WUS semestinya terbuka dan umumkan neraca keuangannya ke Publik. Tapi hingga kini PT WUS bekerja dalam sunyi dan sembunyi – sembunyi. Ada apa? ” ujar Makhtub Syarif Ketua LSM Komunitas Laknat Koruptor ( KLK ).

Menurut pria asal kepulauan Masalembu itu, bahwa kemungkinan direksi PT WUS tidak paham tata kelola sebuah PT milik daerah. Sehingga PT itu dikelola apa adanya. ” Mungkin asal ada uang dollar masuk rekening, ya selesai,” paparnya.

Sekedar mengingatkan, bahwa oknum PT WUS pernah digelandang ke Pengadilan Tipikor Surabaya dan memenjajaran direktur dan bagian keuangannya, karena tindak pidana korupsi.

Menurut pria yang biasa dipanggil Ook itu, semestinya sebuah badan atau PT wajib membuat Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) yang diatur dalam Kepmenperindag, setelah melalui audit lembaga negara, sesuai dengan Kepmenrindag.

Bahwa selanjutnya pimpinan perusahaan harus menyampaikan laporannya kepada pemerintah dan laporan tersebut bersifat umum, “Artinya PT WUS harus memenuhi kaidah peraturan yang ada dan harus publikasikan keuangannya ke publik dan tidak di sembunyikan ” pungkasnya.

Ketika hendak dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, Direktur Utama PT. WUS, Mohammad Riza ST, ternyata tidak ditempat, dan ketika ditelpon lewat HP nya, ternyata tidak diangkat. Begitu pula ketika di chat WA, Riza tak menjawab pertanyaan wartawan.

(Mam)

Ket gambar : antor PT WUS di Sumenep