Proyek Sumur Tanah Dangkal Tenaga Surya Tahun 2016 di Kabupaten Serang Diduga Timbulkan Kerugian Negara

118

berantasonline.com (Serang Banten) – Yuli selaku PPTK Dinas Pertanian Kabupaten Serang, ketika dikonfirmasi berantasonline.com di kantornya Selasa lalu (22/5), membantah adanya informasi yang menyebutkan bahwa proyek sumur tanah dangkal tenaga surya tahun 2016 merupakan proyek gagal dan diduga menimbulkan kerugian negara milayaran rupiah.

“Harusnya mereka melaporkan ada kerusakan atau kehilangan, kalau tidak berfungsi kata siapa, ketika itu di periksa terlebih dahulu sebelum di bayar, setelah berfungsi di serahkan kepada masyarakat melalui kelompok Tani. Kalau program gagal dari sisi mana, Karena pada waktu itu keadaan baik kalau ada kerusakan biayanya dari kelompok Tani sendiri, dari dinas tidak ada biaya perbaikan karna judulnya bukan aset atau belanja modal”, bantahnya.

Sementara itu narasumber berantasonline.com mengatakan, “Sumur tanah dangkal tenaga surya dinas pertanian kab serang tahun 2016 hampir rata-rata dari awal tidak berfungsi”, jelas sumber.

Dari data yang berhasil dihimpun berantasonline.com menyebutkan, deskripsi belanja barang di serahkan kepada masyarakat melalui kelompok Tani (poktan) di pedesaan se kabupaten serang.

Sumber dana (1) APBD pagu anggaran Rp, 160.000.000, per unit di antaranya lokasi desa sambilawang kecamatan waringin kurung mendapatkan 2 unit poktan menteng Jaya dan poktan mekar jaya pilihan penyedia lelang umum awal juli 2016 akhir september 2016. Pagu anggaran Rp, 320.000.000 dan Desa suka dalam mendapatkan 1 unit pagu anggaran Rp, 160.000.000.

Desa dahu kecamatan kopo mendapatkan 2 unit poktan bakti 1 dan poktan teladan awal juli 2016 akhir agustus 2016 pagu anggaran Rp, 320.000.000,  dan Desa Garut kecamatan kopo mendapatkan 2 unit poktan gema karya dan poktan gema karya 1 pagu anggaran Rp, 320.000.000 dan Desa ranca sumur kecamatan kopo mendapatkan 1 unit poktan budi bakti pagu anggaran Rp, 160.000.000.

Untuk kecamatan Carenang, Desa mandaya mendapatkan 1 unit poktan maju Tani 7 pagu anggaran Rp, 160.000.000, awal agustus 2016 akhir september 2016 dan Desa wali kukun mendapatkan 1 unit pagu anggaran Rp, 160.000.000.

Untuk kecamatan Lebak wangi, Desa kebon ratu mendapatkan 1 unit poktan suka Tani pagu anggaran Rp, 160.000.000. Desa kamaruton mendapatkan 1 unit poktan Tani harapan pagu anggaran Rp, 160.000.000.

Untuk kecamatan anyer, Desa Tanjung manis mendapatkan 1 unit poktan purna bakti ll pagu anggaran Rp, 160.000.000. Dan Desa cikoneng mendapatkan 1 unit poktan sriwung Jaya pagu anggaran Rp, 160.000.000. Untuk kecamatan Bandung, Desa mander mendapatkan 1 unit poktan sejahtera pagu anggaran Rp, 160.000.000.

Namun untuk kecamatan baros. Desa Tejamari mendapatkan 2 unit poktan melati ll dan poktan sederhana pagu anggaran Rp, 320.000.000.

“Bangunannya tidak ada alias tidak di bangun, padahal lahan sudah di siapkan dan di photo oleh pihak dinas dan tidak ada tembusan /pemberitahuan sampai sekarang”, kata ketua kelompok Tani melati 2 pada berantasonline.com (13/6).

Sedangkan untuk desa sidamukti mendapatkan 2 unit, poktan motekar pagu anggaran Rp, 320.000.000, “Tinggal bangkainya, dari awal sudah tidak berfungsi sehingga accu dan alat alatnya hilang ada yang mencuri”, jelas warga sidamukti.

“Desa cisalam mendapatkan 1 yunit pagu anggaran Rp, 160.000.000. Untuk desa pasir limus kecamatan pamarayan 1 yunit pagu anggaran Rp, 160.000.000 itupun tinggal bangkainya. Juga untuk desa suka menak kecamatan cikeusal 1 unit tidak berfungsi, juga dari awal tidak ada airnya paling hanya mendapatkan satu ember”, ungkap warga setempat.

(rais/red.3)