Proyek Pembangunan Badan Jalan Pemangku Satu Pekon Asahan Way Sindi, Diduga Kuat Menyalahi RAB

300

berantasonline.com (Pesisir Barat, Lampung) – Proyek infrastruktur jalan di Pekon Asahan Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat Lampung diduga kuat bermasalah.

Pasalnya, pekerjaan pembukaan badan jalan di Pemangku Satu tersebut, seharusnya volume 1500 x 6 meter, ternyata hanya di bangun 1200 meter.

Tujuan dibangunnya jalan tersebut untuk memudahkan masyarakat di Pemangku Tumi, Heni Mandak dan Penanjung dalam mengangkut hasil perkebunan warga.

Menurut nara sumber berantasonline.com, alasan dikuranginya volume pekerjaan karena waktu kerja sudah habis. “Jalan tersebut seharusnya tidak dibangun di jalur itu, karena di nilai terlalu curam,  tapi oleh Pj Peratin tetap dipaksakan pembangunanya, padahal lokasi jalur dengan topografi lebih landai, untuk pembukaan badan jalan itu sudah ada”, ujarnya.

Dia juga mengeluhkan, kinerja penjabat peratin pekon Asahan Way Sindi, Lesi Yulastri, yang diintervensi keluarga dekatnya.

“Jadi pekerjaannya, melibatkan keluarga, makanya pekerjaanya gak bagus, dan asal jadi, maklum dia kan hanya penjabat, ya asal dapat untungnya saja”, terang Sumber.

Seperti contoh pada pengerjaan balai pekon, yang seharusnya melibatkan masyarakat sekitar, tapi oleh  Pj. Lesi malah memilih pekerja dari luar pekon.

Medi Kismanto ketua TPK Gerbang Saburai pekon Asahan Way Sindi yang  juga seorang tukang bangunan, pernah meminta agar pekerjaan itu dikerjaan dengan cara memberdayakan masyarakat pekon. “Tapi di tolak Sarnubi, yang notabene ayah dari Pj Peratin itu sendiri”, jelas sumber.

Sementara itu, penjabat peratin pekon Asahan Way Sindi, Lesi Yulastri saat di konfirmasi perihal dugaan pembangunan di pekonnya yang tidak beres, membantah semua pernyataan nara sumber.

Namun, saat wartawan ingin melihat  rencana anggaran belanja (RAB) pekerjaan, apakah sesuai atau tidak, Lesi berkilah, RAB ada di TPK nya, saat dihubungi lewat sambungan telefon, “TPK nya masih ada urusan”, terang Lesi.

Kepada wartawan, Lesi mempersilahkan pemberitaan pembangunan dipekon nya. “Gak masalah dan dan saya bertanggung jawab atas pekerjaan di pekon yang saya pimpin”, tutur Lesi dengan nada tinggi.

(benk)