Proyek Pamsimas Pekon Way Jambu Senilai Rp 336 juta Dinilai Mubazir

344

Berantasonline.com (Lampung)

Program pemerintah pusat melalui kementrian PUPR untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap Air bersih dan sanitasi melalui program penyediaan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang di bangunkan dipekon Way Jambu kecamatan Pesisir Selatan kabupaten Pesisir Barat, hingga Pebruari 2020 belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

Bagaimana tidak, ‘ Pembangunan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019 itu , hingga akhir bulan Pebruari tahun 2020 belum satu pun rumah warga yang mendapat pasokan air bersih dari program tersebut.

Terkait hal itu , Ketua kelompok kerja masyarakat (KKM) Balin Khasa’ Pekon Way Jambu, “Tamrin, saat di konfirmasi Kamis (27/2) terkait belum berpungsinya bangunan Pamsimas Pekon Way Jambu yang dibangun tahun 2019 lalu. Agar pasokan air bersih segera mengalir ke rumah warga ” Kita akan konsultasikan terlebih dahulu dengan Fasilitator, karena di RAB nya sendiri tidak ada rencana pengeboran, melainkan sumur gali. kata Tamrin.

“Kita anggota KKM siap melakukan pengeboran secara swadaya, namun setelah kita konsultasikan terlebih dahulu dengan Fasilitator. “Nanti kita sudah buat sumur bor,
ternyata dari pihak fasilitator tidak terima , nantikan sia sia kerjaan kita. .”Lima belas hari yang lalu kita ketemu fasilitator, namun hingga saat ini kita belum ketemu lagi, ini kita juga lagi nunggu untuk dapat petunjuk selanjutnya, kilahnya.

Sementara, Satlak Pamsimas Pekon Way Jambu,’Asep saat dimintai Keterangan , Kamis (27/2) terkait belum berpungsinya bangunan Pamsimas , ” selain karena pembelian pipa yang dipesan di luar kota melalui Supplier , pihaknya juga terkendala tidak paham dengan pemasangan pipa dengan spesifikasi khusus. Kata dia.

Jadi bukan kita yang belanja material, kita hanya mentransfer dana ke rekening supplier.
“Ya semua yang belanja material itu supplier, baik itu pipa saluran utama, ataupun pipa sambungan rumah (SR) itu sebabnya sampai saat ini pipa sambungan utama dan sambungan rumah belum terpasang , sehingga rumah warga belum teraliri air bersih hingga kini, sambil menunjukan sekitar empat puluh pipa yang belum terpasang yang disimpan di rumahnya.

Pengakuan sama juga disampaikan Rozali selaku Bendahara Pamsimas Pekon Way Jambu. Menurut dia, ‘ belanja semua material baik pipa utama ataupun pipa SR ditangani sepenuhnya oleh fasilitator, ” ya dia yang belanja, kita hanya terima barang saja, terang Rozali.

Permasalahan tidak sampai disitu, didapat keterangan dari Munzir Sahli sebagai pemilik lahan lokasi pembangunan tower dan bak utama Pamsimas Pekon Way Jambu. Bahwa pada awalnya saya mengizinkan lahan saya di pakai sebagai lokasi pembangunan Tower dan bak utama Pamsimas, ‘namun dengan catatan pembangunan tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan pribadi dan. pembangunanya pun harus bagus. Tidak asal jadi. Sehingga dana yang diberikan pemerintah untuk rakyat tidak Mubazir. kata dia.

Lebih lanjut dikatakan Munzir, setelah pembangunan bak utama selesai beberapa waktu lalu, pihak KKM sempat mendatanginya dan memberikan surat hibah yang telah mereka buat dengan maksud meminta saya tanda tangani.
“Awalnya juga mereka minta izin ke saya untuk memakai lahan, bukan hibah. saya tidak pernah menghibahkan tanah. Saya hanya kasih pinjam pakai saja, bukan hibah, itu juga dengan syarat untuk kepentingan masyarakat.kata dia

Dikatakan juga oleh Munzir pihak KKM juga pernah melakukan uji coba menggunakan sumur pribadinya sebagai sumber air Pamsimas, namun debit air yang ada di sumur miliknya tidak mencukupi, Terangnya.

(benk)