Proyek P3A Berkah Tani Sukaraja Cikeusal Diduga Menyimpang

69

berantasonline.com (Serang Banten)

Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Berkah Tani, Desa Sukaraja Kac Cikeusal Kab Serang, pengerjaannya diduga tanpa melibatkan warga secara padat karya, alias diborongkan kepada pihak ke 3 (dipihak ketigakan).

Hal ini bertentangan dengan ketentuan secara swakelola dalam program P3A, dimana sepenuhnya harus dilaksanakan secara padat karya dan langsung dikerjakan oleh para petani warga setempat, dengan mendapat pendampingan dari tim tenaga pendamping yang sudah dibentuk sebelumnya, sehingga tidak boleh ada campur tangan pihak ketiga.

Selain itu, berdasarkan pantauan dilapangan, hasil pekerjaan diduga tidak sesuai harapan banyak menyimpang dari spesifikasi, diantaranya terlihat pada pemasangan batu jalur irigasi adukan kurang semen (semen menggunakan merk rajawali kemasan 40 kg), dan pemasangan pondasi yang ditutup menggunakan tanah bukan dengan adukan.

Salikin, selaku Ketua Kelompok P3A Berkah Tani Sukaraja, mengakui kondisi tersebut, sebagaimana hasil peninjauan TPM Balai Besar yang membenarkan pemasangan batu pada jalur irigasi adukannya kurang semen, tapi nanti plesterannya akan diperbanyak semen.

“Saya jarang ngontrol karena pekerjaan itu sepenuhnya Kepala Desa dan Bendahara yang mengatur semua, saya hanya mencairkan anggaran pertama dari Bank, uangnya langsung di serahkan kepada Kepala Desa dan Bendahara, saya dan Sekretaris hanya di kasih masing-masing satu juta rupiah, jadi tidak pernah mengetahui keberadaan keuangan tersebut”, ujarnya, Sabtu (8/8).

Salikin mengatakan, pekerjaan P3A Berkah Tani Sukaraja diborongkan kepada pihak ketiga (orang luar warga desa suka raja) oleh kepala desa dan bendahara senilai Rp 45 Juta”, imbuhnya.

Kepala Desa Sukaraja, MS, saat dikonfirmasi mengatakan, ia hanya mengatur keuangan karena disitu ada tim 5. MS tidak merinci siapa saja yang dimaksud Tim 5 itu.

“Uang yang pegang Bendahara, saya hanya pelaksana ngontrol pekerjaan P3A sudah sesuai RAB, pondasi kedalaman 30 cm lebar 40 cm, tinggi 70 cm, lebar atas 30 cm. Adapun Ketua P3A dikasih uang Rp 1 juta itu untuk berobat dan sekretaris di kasih Rp 1 juta untuk bayar hutang bekas membuat akte notaris P3A, dan uang bekas rapat Rp 5 juta, semua di ambil dari anggaran P3A gantinya”, ungkap Kades.

Misbak, Bendahara P3A Berkah Tani Sukaraja saat dihubungi via telepon selulernya 082113203690 oleh ketua p3A Salikin, untuk membantu menjelaskan kepada awak media, malah mengatakan, “Sudah abaikan saja, bilang saya tidak ada, saya sedang di tempat hajat di Rangkas Bitung”, kata Misbak.

Sementara itu, Samsul selaku konsultan proyek ketika diminta komentarnya menyayangkan kondisi pekerjaan P3A Daerah Irigasi Cipetey tersebut dikerjakan tidak sesuai spek, dan menyalahi aturan.

“Pekerjaan swakelola tidak boleh dipihak ketigakan, patut diduga dalam struktur organisasi P3A berkah tani suka raja ini juga diragukan kebenarannya, maka pihak Balai Besar (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Ditjen SDA Kementerian PUPR) selaku kuasa pengguna anggaran agar mengkaji kembali P3A tersebut, agar tidak terjadi penyalahgunaan APBN 2020”, tuturnya.

(RS)