Proyek Irigasi P3A Berkah Tani Sukaraja Serang Dikerjakan Serabutan

56

berantasonline.com (Serang banten)

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) D.I Cipetey yang dikerjakan P3A Berkah Tani di Desa Sukaraja Kec Cikeusal Kab Serang, bersumber dari APBN TA 2020 senilai Rp. 195 Juta, menuai reaksi keras dari Koordinator P3A Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian, Ratih.

“Saya mengetahui pengerjaannya diborongkan kepada pihak ketiga dan diluar masyarakat desa sukaraja bukan, hasilnya juga terlihat serabutan karna kurang semen, pemasangan batu juga tidak rapih, sudah sering kali diingatkan tapi tidak pernah menggubris, saya tidak akan menerima apabila tidak di perbaiki, itu anggaran negara”, tegas Ratih kepada berantasonline.com, Jum’at (14/8) jam 10.45 di sela-sela kegiatan pemeriksaan P3A Sidamukti.

Ratih menjelaskan, program P3A merupakan pemberdayaan masyarakat sehingga tidak boleh tenaga kerja diborongkan kepada pihak luar desa setempat.

“Sifatnya swakelola, harus di kerjakan oleh masyarakat petani setempat, terkecuali tukang. Pemasangan batu dalam keadaan berair itu juga tidak boleh apalagi pondasi di urug dengan tanah, apabila terjadi hal seperti ini itu harus dipertanggung jawabkan”, kata Ratih dengan nada geram.

Salikin, Ketua P3A Berkah tani Sukaraja saat dikonfirmasi mengatakan, proyek tersebut diambil alih pelaksanaannya oleh Kepala Desa dan Bendahara.

“Pengerjaannya memang diborongkan kepada masyarakat Cikeusal tapi diluar masyarakat desa Sukaraja sebesar Rp 45 Juta. Pencairan dana pertama langsung diserahkan kepada Kepala Desa, ketua tinggal duduk manis”, terang Salikin dirumahnya (8/8).

Minggu Sugia Kepala Desa Sukaraja membenarkan
proyek tersebut diborongkan kepada pihak ketiga dengan biaya Rp 45 juta.

“Saya hanya pelaksana kerja, pengadaan material dan keuangan itu bendahara yang bertanggung jawab”, ucapnya.

Sekretaris Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (KPKN) Banten saat dimintai komentarnya mengatakan, masalah tersebut akibat kurangnya pengawasan dari jajaran balai besar maupun konsultan proyek, sehingga pekerjaan tidak sesuai perencanaan.

“Kami padahal sudah wanti wanti terhadap pelaksanaan P3A yang tidak sesuai spek dan gambar. Itu tidak bisa dibiarkan karna jelas melanggar ketentuan apalagi dikerjakan serabutan” pungkasnya.

(RS)