Proyek Balai Besar Wilayah Sungai Citarum di Karawang Seperti Siluman ?

158

Karawang, BERANTAS

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan di sisi Sungai Citarum Di Dusun Tejojaya RT 002/001 Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang seperti proyek siluman, tidak disertai papan informasi kegiatan untuk diketahui publik.

Tidak jelas apakah dikerjakan secara swakelola atau kontraktual, tidak jelas bidang Pembangunannya, Nama Kegiatan, waktu Pelaksanaan, volume pekerjaan, Anggaran Biaya, Sumber Dana, Tahun Anggaran Dan Penyedia Jasa.

Seorang pekerja lepas yang mengaku bernama Heri, ketika dikonfirmasi dilokasi mengatakan, proyek tersebut berasal dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum. Keterangan Heri diamini oleh Ocan yang mengaku Pengawas Proyek.

“Pekerjaan ini dari BBWS yang merupakan projek Tanggap Darurat, untuk anggarannya, waktu hingga batas pekerjaan, dan sumber dana tidak tahu”, ujar Heri.

Masih menurut Heri, projek BBWS Tanggap Darurat yang sudah puluhan kali ia kerjakan memang tidak dilengkapi papan informasi, “Itu gak perlu pasang papan projek, karena projek tanggap darurat”, kata Heri.

Beberapa warga yang dijumpai diarea proyek, Senin (20/12) menuturkan, pekerjaan tersebut harus jelas karena menggunakan anggaran negara agar dapat diketahui oleh masyarakat. “Ingat ya sebentar lagi mau ganti tahun dari tahun 2021 ke tahun 2022 waktu pelaksanaan harus jelas, jangan terkesan ini projek sembunyi sembunyi, kalau lewat tahun belum selesai dikerjakan itu ada konsekwensinya”, ungkap ST salah seorang warga.

Ia juga menjelaskan perihal aturan yang tercantum dalam Perpres Nomor 54 tahun 2010 dan Perpres nomor 70 Tahun 2012.

“Dilokasi projek dari awal pekerjaan persiapan hingga saat ini tidak disertai papan informasi sehingga patut dicurigai. Diduga projek dimaksud berpotensi melemahkan peraturan dan adanya permainan kotor yang mengarah kepada tindakan pidana korupsi secara korporasi”, tegasnya.

“Apakah itu maksudnyanya TPT, atau Bangunan Penahan Air, perlu dijelaskan, karena secara kasat mata hanya nampak tumpukan karung diisi pasir dan disusun ditepi jalan lingkungan pinggir sungai Citarum. Padahal jauh sebelumnya dilokasi tersebut berbau mistis, dilaksanakan oleh Pemdes Telukbuyung yang lawas, dari mulai diurug dengan tanah, Ban Bekas, hingga diurug pakai Pecahan Beling, hasilnya nihil, material yang dipakai seperti amblas ke dalam lubang”, ungkapnya.

(Yusup/red.1)