Presiden Jokowi Keluarkan Keppres Bebaskan Baiq Nuril Dari Hukuman

31

berantasonline.com (Jakarta) Presiden Joko Widodo, hari Senin (29/7) mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 24 Tahun 2019 yang membebaskan Baiq Nuril dari segala hukuman.

Keputusan Presiden tersebut berisi pemberian Amnesti untuk Baiq Nuril Maknun seorang Ibu yang berasal dari Mataram Nusa Tenggara Barat.

Pemberian Amnesti kepada Baiq Nuril tersebut sesuai janji Presiden Jokowi selesai menghadiri Acara Pembubaran Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin Jum’at lalu (26/7).

Saat itu Presiden mengatakan akan segera membuatkan Keppres begitu menerima Surat Persetujuan DPR. Dengan diterbitkannya Keppres tersebut maka terbebaslah Baiq Nuril dari segala hukuman yang menderanya.

Kepada semua pihak terkait, Presiden meminta untuk menindak lanjutinya. Sebagai ramai diberitakan sebelumnya, kasus yang menyeret Baiq Nuril berawal dari pembicaraan verbal yang dilakukan oleh Kepala Sekolah tempatnya bekerja pada tahun 2012, dimana dia merekam percakapan dengan Kepala Sekolah yang tiga tahun kemudian beredar luas di Mataram (NTB).

Nuril pun dilaporkan ke Polisi oleh Sang Kepala Sekolah dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang ITE.

Pengadilan Negeri Mataram membebaskannya, namun Jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan MA memutuskan Nuril bersalah dan menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Nuril pun mengajukan peninjauan kembali ke MA, namun upaya tersebut kandas di MA, MA tetap meghukum Nuril.

Akhirnya pada tanggal 15 Juli 2019 lalu Nuril mengajukan permohonan Amnesti kepada Presiden Joko Widodo.

Dan setelah mendapat Persetujuan DPR, Presiden Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden membebaskan Nuril dari hukuman penjara.

Menanggapi adanya Pemberian Amnesti oleh Presiden, Juru Bicara Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro mengatakan bahwa hal itu merupakan kewenangan Presiden sebagai Kepala Negara, sebagaimana diatur didalam konstitusi UUD 1945.

“Kami juga telah menyelesaikan tugas dalam proses hukum mulai dari tingkat pertama hingga kasasi dan upaya hukum luar biasa melalui peninjauan kembali”, ujar Andi Samsan.

Dengan adanya pemberian Amnesti dari Presiden tersebut, Keluarga Besar Nuril mengaku lega dan bersyukur. Baiq Nuril telah kembali berkumpul dengan keluarganya setelah dua pekan berada di Jakarta mengurus permohonan kasasi.

Nuril mengaku lega, “Rasanya plong setelah proses yang begitu panjang sejak tahun 2014 akhirnya sekarang selesai”, kata Nuril.

Pengacara Nuril, Joko Sumadi mengatakan, Presiden Jokowi sangat luar biasa, memberikan respon begitu cepat terhadap masalah tersebut.

(Nia K/kp/red.1)