Prajurit Yonif 315/Grd Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Korban Bencana Tsunami

21

Berantasonline.com (Banten) – Pasukan Yonif 315/Grd yang melaksanakan tugas dalam BKO KOREM 064/MY diwilayah Kabupaten Pandeglang, Banten mendapat tugas menyisir korban yang dikhawatirkan masih tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu upaya rehabilitasi terhadap daerah yang paling berat terdampak tsunami karena akses menuju daerah tersebut putus tetap dilakukan dengan berkoordinasi dengan seluruh jajaran TNI maupun instansi siaga bencana lainnya.

Adanya informasi terkait gelombang air laut yang cukup tinggi yang terlihat di sepanjang perairan laut Pandeglang membuat proses evakuasi korban tsunami Banten dihentikan sementara,menunggu kondisi yang lebih kondusif. Kegiatan yang berada sekitar 1 Km disepanjang pantai sementara dialihkan kepada upaya rehabilitasi dan pelayanan Medis lainnya.

Dengan kondisi yang tidak bersahabat,Prajurit Yonif 315/Grd tetap tidak berdiam diri mengalah dengan cuaca dan situasi yang ada. Bertempat di Kampung Sukamukti Ds. Bojen Kec. Sobang. Kab. Pandeglang, Tim Kesehatan Yonif 315/Grd dipimpin oleh Serka Noptiano Prasojo memberikan pelayanan kesehatan secara terbatas kepada masyarakat Kampung Sukamukti.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan kesehatan medis secara langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana tsunami yang melanda wilayah sepanjang pesisir Pandeglang Banten.”jelas Serka Noptiano.

Rata-rata sakit yang dialami para korban antara lain batuk, pilek, pusing, demam, gatal-gatal, sakit pinggang, diare dan luka-luka.Untuk pasien yang perlu perawatan lebih kami laporkan ke Komando atas dan akan dievakuasi ke RSUD Serang,” tambah Noptiano.

Lettu Inf Aditya Bagus selaku Dan SSK Penanggulangan Bencana Alam Yonif 315/Grd secara terpisah mengatakan, Kondisi medan yang memang cukup sulit untuk melakukan penyisiran kebeberapa lokasi,pihak Yonif 315/Grd lebih memprioritaskan kesehatan masyarakat yang berada dipengungsian.

“dihadapkan kondisi cuaca yang cukup ekstrim dan kondisi laut dengan gelombang yang cukup tinggi, maka kami memilih untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami tidak sendiri tetapi juga dibantu oleh instansi kesehatan lainnya dalam penyediaan obat dan prasarana lainnya. Semoga kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.”ulas Lettu Inf Aditya Bagus.

Salah satu penduduk setempat Onih 67 Th mengatakan, Dirinya dan masyarakat yang terkena bencana sangat terbantu dengan pelayanan kesehatan yang langsung datang kerumah rumah warga yang terdampak tsunami.

“Saya sangat berterimakasih sekali kepada TNI yang telah membantu upaya pemulihan desa dari dampak Tsunami ini, apalagi sekarang pelayanan kesehatan yang langsung dari rumah ke rumah dan berada ditengah masyarakat dan memudahkan kami untuk berobat. Terimakasih kepada bapak-bapak TNI.”ungkapnya.

(ADK/Y315/Not)