Prabowo, Sandiaga Uno dan Amin Rais Bunuh Diri Secara Politik, 17 Orang Terkait Ujaran Kebencian Dilaporkan ke Polisi

168

berantasonline.com (Bandung) – Indonesia sempat geger akibat Issu Politik yakni penganiayaan Ratna Sarumpaet seorang aktifis wanita, akhirnya ternyata bohong belaka.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Dedi Mulyadi, kepada Wartawan Rabu (3/10) di Kantor DPD Golkar Jabar di Bandung.

‘Saya fikir tokoh seperti Prabowo, Sandiaga Uno, dan Amin Rais sudah bunuh diri secara politik ikut menanggapi (perbuatan) penganiayaan Ratna Sarumpaet”, ujar Ketua TKD Jokowi-Makruf itu.

Masyarakat Indonesia bisa menilai mana pemimpin yang benar-benar bekerja, Pak Jokowi terus menangani bencana, kita jangan suka mengambil keuntungan dari kesalahan lawan, kita mendapat suara dari kepercayaan publik atas kinerja yang kita lakukan”, tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktifis Ratna Sarumpaet akhirnya angkat bicara soal kabar penganiayaan terhadap dirinya. Ratna mengakui, wajahnya nampak babak belur karena usai menjalani operasi sedot lemak pipi kiri di RS Bina Estetika Jakarta pada tanggal 21 September 2018 lalu.

Setelah keluar Rumah Sakit sehari sesudahnya 22 September 2018 Ratna kaget melihat wajahnya bengkak bengkak.

Dia mengaku bingung karena harus memberi alasan kepada anak-anaknya, jika ditanya soal mukanya yang babak belur. Kemudian saat pulang kerumah diapun mengaku kepada anak anaknya habis dipukuli orang.

Keterangan tersebut diucapkannya dalam jumpa pers dirumah tinggalnya di Kp. Melayu Jakarta Timur, Rabu siang (3/10).

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristanto menanggapi kejadian tersebut mengatakan, kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku telah dianiaya telah mengganggu konsentrasi bangsa yang tengah berduka akibat gempa Palu dan Donggala.

“Konfrensi Pers Pak Prabowo atas rekayasa penganiayaan tersebut sangatlah berbahaya. Bagi kami ini sudah menjatuhkan aspek yang fundamental memperdagangkan kemanusiaan untuk elektoral, karena itu sebaiknya Pak Prabowo meminta maaf kepada publik”, ujar Hasto.

Dikatakannya, Prabowo secara langsung atau tidak langsung telah menuduh pemerinatahan Jokowi pengecut, melakukan kekerasan bahkan penganiayaan terhadap Ibu-Ibu berusia 70 tahun yang memperjuangkan demokrasi dan keadilan. “Prabowo menuduh telah terjadi pelanggaran HAM”, jelas Hasto Kristanto.

Sementara itu, pada hari Rabu lalu sekelompok Pengacara yang tergabung dalam Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi dipimpin oleh Farhat Abbas telah melaporkan 17 orang ke Bareskrim Mabes Polri terkait ujaran kebenciaan kasus Ratna Sarumpaet.

Laporan diterima Bareskrim dengan Bukti Laporan Nomor LP/B/1237/X/2018/Bareskrim. “Yang kami laporkan berkaitan dengan konspirasi dan permufakatan jahat, fitnah Ratna Sarumpaet, dirinya seolah-olah telah didzalimi”, jelas Abd. Fakhrlidz Al Donggowi Direktur Eksekutif Komunitas Pengacara Pro Jokowi (Kopi Projo).

Dalam Konferensi Pers, Rabu petang (3/10) Capres Prabowo Subianto meminta maaf kepada publik dan.l mengatakan bahwa Ratna Sarumpaet telah berhenti sebagai Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Dilain pihak, Jokowi memberikan arahan kepada Tim Kampanyenya agar tetap fokus membantu pemerintah dalam menangani korban bencana alam Palu dan Donggala Sulteng.

Sementara itu Polda Metrojaya telah menerima laporan dari berbagai elemen masyarakat, terkait fitnah dan keterangan bohong oleh sejumlah tokoh dan Anggota BPN Prabowo-Sandiaga Uno.

(bust)