Polsek Kota Agung Evakuasi Jenazah Nelayan Diatas Perahu Penangkap Ikan

49
Petugas Polsek Kota Agung Kab Tanggamus mengevakuasi Sugito dari Perahu Kambang Penangkap Ikan di Teluk Semangka.

berantasonline.com (TANGGAMUS) – Polsek Kota Agung Polres Tanggamus melakukan identifikasi meninggalnya Sugito (45), di Perahu Bagan Kambang Penangkap Ikan dengan nama lambung Agung Jaya di Perairan Teluk Semangka Kota Agung Tanggamus.

Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi Sugito yang merupakan warga Kelurahan Baros Kecamatan Kota Agung, ditemukan meninggal dunia di atas perahu bagan tersebut sekitar pukul 00.15 Wib.

“Jenazah dievakuasi tim gabungan Polair, TNI AL dan Basarnas Tanggamus dan tiba di Dermaga 2 pantai Kota Agung sekitar pukul 10.00 Wib,” kata AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si.

Lanjutnya, setibanya di dermaga kemudian jenazah dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung guna dilakukan pemeriksaan medis dan Inafis Satreskrim Polres Tanggamus. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara pihak RSUD, korban diduga mengalami gangguan jantung, juga tidak di temukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, diduga korban meninggal dunia karena sakit,” tegas AKP Syafri Lubis.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban bersama tiga rekannya yaitu Hadiyanto (30), Kembar Rudi (53) warga Kota Agung Barat dan Sobari (34) warga Kota Agung Pusat berangkat melaut di perairan Teluk Semangka hari kemarin Kamis (30/8) sekitar pukul 14.00 Wib dan sampai di Perahu Bagan sekitar pukul 16.00 Wib.

“sekitar pukul 23.00 Wib, korban dan saksi istrahat tidur bersama diatas perahu bagan menunggu waktu pukul 02.00 Wib untuk mengangkat jaring. Namun sekitar pukul 24.15 Wib, saksi Hadianto , terbangun dan melihat korban dalam kondisi kejang sehingga membangunkan rekan lainnya guna memberikan pertolongan pertama,” jelas AKP Syafri Lubis menuturkan keterangan saksi-saksi.

Sambungnya, karena korban diduga masuk angin, pertolongan pertama korban diurut dan dikerik, namun korban tidak sadarkan diri dan langsung kejang-kejang, lantas tidak berapa lama korban meninggal dunia.

“Atas peristiwa tersebut saksi Hardianto langsung menghubungi keluarga korban, namun karena malam hari itu terjadi hujan dan angin kencang sehingga tidak ada kapal yg berani melaut,” imbuhnya.

Kapolsek menambahkan, karena keluarga korban menolak autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan dan telah menerima dengan ikhlas kematian jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak kelurganya untuk dimakamkan.

Ditempat terpisah,Wawan Dokter jaga IGD RSUD Kotaagung mengatakan,Sekitar jam 10.15 WIB Jenazah sampai di UGD Kotaagung.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan pada bagian luar jasad korban, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan, kami simpulkan perkiraan penyebab kematian karena serangan jantung, kalau untuk memastikan penyebab kematian yang pasti, kita harus lakukan outopsi,” jelasnya.

(Yamin)