Polsek Cileungsi Ringkus 2 Oknum Wartawan Lakukan Pemerasan, 3 Buron

56

Bogor, BERANTAS

Bupati Bogor Ade Yasin bersama Kapolres Bogor AKBP Harun, Sabtu (2/10) menghadiri konferensi pers di Mapolsek Cileungsi terkait penangkapan 2 orang oknum Wartawan berinisial JS dan JN yang diringkus karena melakukan pemerasan.

Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam mengatakan, perkara ini diawali atas dasar Laporan Polisi pada tanggal 23 September 2021 di Polsek Cileungsi.

“Bahwasanya korban merasa di peras oleh beberapa orang yang mengaku sebagai Wartawan, dari laporan tersebut kemudian Polsek Cileungsi bersama Polres Bogor melakukan penyelidikan sehingga bisa melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisal JS dan JN, sedangkan tiga orang tersangka lain masih dalam DPO”, ujar Kapolsek.

Dikatakan, dari tangan dua tersangka tersebut didapati id card wartawan seperti Radar Metro, Indonesian Morality Watch dan liputan Hukum. Sementara 3 tersangka lainnya yang masih buron berinisial FS, FBS, FS semuanya warga Bekasi. Modusnya dengan cara mengawasi beberapa korban mencari kesalahan korban, kemudian korban diancam dan diperas. Kalau tidak memberikan uang pelaku mengancam akan disebarkan dimedianya.

Kapolres Bogor AKBP Harun turut menjelaskan, pelaku sudah melakukan aksinya di 37 TKP yang tersebar di 6 wilayah yaitu Kota Bogor, Kota Depok, Bekasi, Karawang, Jakarta Timur dan Kabupaten Bogor.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Bogor, ada 8 Kecamatan yaitu Cileungsi, Gunungputri, Cibinong, Citeureup, Sukaraja, Cisarua, Megamendung dan Ciawi.

“Pengakuan tersangka baru 2 bulan melakukan aksinya, tetapi dari hasil penyelidikan dan berdasarkan alat bukti, kurang lebih sudah dua tahun. Dalam melakukan pemerasan nominalnya berbeda beda, dari jutaan sampai puluhan juta hingga ratusan juta. Jika ditotal dari keseluruhan hasil pemesaran kurang lebih sebanyak Rp 500 juta. Untuk sasaran korbannya ialah ASN, kemudian ada beberapa profesi, dan BUMN”, ungkap Kapolres.

“Kemudian ada juga dengan didatangi, menanyakan terkait dengan dana bantuan dan ditakut takuti kemudian diperas. Atas kejadian tersebut kami kenakan pasal 368 KUHP pasal Pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara”, tambahnya.

Kapolres menghimbau, bagi ASN, Lurah, Camat, Kadis bila diancam oleh oknum Wartawan segera melaporkannya kepada Polsek terdekat, “Kami akan proses”, tutup AKBP Harun.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dalam pengungkapan kasus pemerasan oleh oknum wartawan yang selama ini sangat meresahkan.

“Saya minta ASN dan siapapun yang jadi korban pemerasan wartawan agar jangan takut melapor, karena pasti akan diproses oleh kepolisian”, pungkas Bupati Bogor Ade Yasin.

(Indrawan/Humas Polres)