Polres Sumenep Tidak Main-Main Proses Kasus Pencabulan

146

Madura, BERANTAS

Miris Meningkatkan Kekerasan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Wilayah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, berkembang secara signifikan.

Salah satunya kekerasan Pencabulan yang terjadi pada inisial FA Dusun Juseraje Desa Batuputi Daya Kecamatan Batuputih sampai detik ini belum ada titik terang.

Keluarga korban Kartini menuturkan bahwa pelaku kekerasan pencabulan anak kami atas nama inisial MK masih berkeliaran menghirup udara segar, seakan -akan kasus tersebut seperti kasus hal biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat setempat,

“Hal ini, menjadi kegelisahan, ketidak nyamanan dan semua keluarga takut terjadi lagi kepada orang lain yang notabene anak dibawa umur, jika kasus yang menimpa pada anak kami belum tuntas artinya apa, belum ada kepastian hukum,” Kata Kartini

Berdasarkan Nomor TBL/B/67/III/RES/IB/2021/RES Sumenep, tertanggal 15 Maret 2021,

Lebih lanjut Kartini menerangkan Peristiwa tersebut, terjadi pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021, sekitar pukul 10.00 Wib, di ruangan koperasi di sekola SMA Al-iftahiya Desa Batuputih Laok Kecamatan Batuputih, dan terlapor inisial MK

“Sedangkan kasus kekerasan Pencabulan anak kami sudah memasuki tiga bulan, dan kami dengan rendah hati sangat mengaharap kepada penegak hukum khususnya Polres Sumenep, untuk memberikan keadilan dan kepastian hukum atas kasus tersebut,” Jelas Kartini

Sementara itu Kasubag Humas Polres Sumenep AKP, Widiarti SH, menjelaskan, kasus pencabulan anak di bawah umur, pihak Polres tidak main-main soal kekerasan terhadap anak, tetap di proses secara hukum,

Mantan Kapolsek Kota Sumenep, Widiarti menambahkan bahwa prosesnya menunggu hasil Labfor pemeriksaan secara medis di Kapolda Jawa Timur,

Karena proses tersebut, memang agak lama karena kasus pencabulan di Polda Jatim melayani Jawa – Bali Nusa tenggara, jadi nunggu antrian, Pungkasnya.

(Mam/Ansori/red.1)