Polres Depok Usut Tuntas Kasus Pemotongan Dana Bansos oleh Pengurus RW

88

Depok, BERANTAS

Polres Kota Depok berjanji akan mengusut tuntas kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial tunai (bansos tunai) yang dilakukan oleh Ketua RT dan Ketua RW di wilayah Kelurahan Beji.

Kasat Reskrim Polres Depok Ajun Komisaris Besar Yogen Heroes Baruno sudah meminta keterangan masyarakat yang menjadi korban penyunatan bantuan dampak Covid-19 tersebut.

“Kami sudah bergerak sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangannya, Ketua RW juga sudah kami mintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Sabtu (31/07/2021).

Selanjutnya, sambung Kasat Reskrim, akan dilakukan gelar perkara sehingga diketahui titik terang kasus tersebut. Nanti baru bisa diketahui apakah kasusnya bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan atau tidak.

Uang dana BST yang dikutip dengan alasan donasi perbaikan mobil ambulan itu sudah dikembalikan pada penerima. Kendati demikian hal itu tidak menggugurkan tindakan pidananya.

“Ya meskipun mereka mengakui bahwa sudah mengembalikan dana tersebut, namun tidak menggugurkan tindakan pidananya.
Setelah kita gelar nanti akan kita tentukan naik ke tahap penyidikan,” jelasnya.

Saat ini sudah tiga orang yang dimintai keterangannya terkait kasus tersebut. Mereka adalah Ketua RW dan warga yang mengunggah di sosial media.

“Sementara ada 3 saksi warga, termasuk salah satu yang mengupload di medsos, dan satu lagi adalah Ketua RW yang bersangkutan, terangnya.

Sebelumnya, Ketua Rukun Warga 05 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok mengakui melakukan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) yang diterima warga dari pemerintah pusat. Besar potongan bansos tunai itu Rp 50 ribu dari total dana Rp 600 ribu untuk setiap kepala keluarga penerima BST.

Ketua RW 05 Kuseri menyebut, potongan itu untuk biaya perbaikan mobil ambulans operasi.

“Mengenai pemotongan bansos sebesar Rp 50 ribu itu sudah kesepakatan antara ketua RW, ketua RT dan pengurus posko siaga, karena kita punya mobil ambulans yang operasionalnya sangat padat,” kata Kuseri, pada Rabu (28/07/2021).

(Achmad Hudori)